Jakarta – Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Agus Pakpahan menilai memprediksi produksi gula dalam negeri pada tahun ini sama dengan capaian tahun lalu sebesar 2,1 juta ton.
Pasalnya harga jual gula di tingkat konsumen sebesar Rp12.500 per kilogram membuat petani tebu enggan menggenjot produksi. Seharusnya, harga jual gula di tingkat konsumen sebesar Rp15.000 per kilogram.
“Berdasarkan studi, harga gula yang layak itu 1,6 kali harga beras, jadi jatuhnya Rp15.000 di konsumen. Kalau Rp15.000, harga gula petani bisa dibeli lebih mahal. Ya Rp10.500 sesuai hitungan dari IPB dan lain-lain,” kata Agus dalam diskusi di kantor Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 2 Agustus 2018.
Saat ini, harga pokok pembelian (HPP) gula di tingkat petani sebesar Rp9.100 per kilogram. Kondisi tersebut membuat petani tak bergairah mendongkrak produksi lantaran penetapan HPP di bawah biaya produksi petani.
“Menurut perhitungan UGM, ITB, harga Rp9.100 di bawah biaya produksi. Makanya kita lihat tren dari 2008 ke sini turun terus (produksi gula dalam negeri),” jelasnya.
Rendahnya HPP, lanjutnya, membuat petani juga enggan menanam tebu. Mereka lebih memilih beralih ketimbang memaksa untuk menanam tebu dengan insentif yang didapatkan lebih rendah.
Agus memberi ilustrasi terhadap margin yang diterima petani tebu. Pada 2006, margin yang didapat petani bisa mencapai 80 persen.
Sayangnya margin yang didapatkan kian menipis lantaran HPP yang ditetapkan semakin jauh dari harapan. Alhasil, petani tebu enggan memperluas areal pertanian. (*)
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More
Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More
Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More
Poin Penting CNMA membagikan dividen Rp12 per saham, termasuk dividen interim Rp5 per saham. Pembayaran… Read More