Produk Derivatif Single Stock Future Masuk Tahap Akhir, 16 Anggota Bursa Berminat

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan kabar terbaru terkait dengan produk derivatif Single Stock Future (SSF) yang ditargetkan akan rilis di kuartal I-2024 ini.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, mengatakan bahwa, perkembangan SSF saat ini telah memasuki tahap akhir dan proses review atas permohonan persetujuan produk SSF juga telah selesai dilakukan.

“Lalu yang kedua adalah proses persetujuan perubahan peraturan pendukung, antara lain peraturan KPEI (Kliring Penjaminan Efek Indonesia) ini sedang dalam proses tahap akhir,” ucap Inarno dalam RDKB OJK dikutip, 5 Maret 2024.

Baca juga: OJK Susun 4 Program Terkait Pengembangan Pasar Modal Indonesia Selama 2024

Inarno menjelaskan, perubahan peraturan tersebut dalam rangka penyesuaian proses bisnis dari sebelumnya menggunakan rekening bank menjadi sub rekening efek nasabah di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk efisiensi transaksi.

Adapun, saat ini, OJK telah mencatat sebanyak 16 anggota bursa yang menyatakan minat untuk berpartisipasi dalam perdagangan SSF.

Sementara, OJK juga telah mengantongi enam anggota bursa yang telah siap untuk pilot-project SSF dan satu anggota bursa yang bersedia menjadi liquidity provider.

Baca juga: OJK Sebut Pasar Saham Masih Tangguh di Tengah Perlambatan Ekonomi Global, Ini Buktinya

“Saat ini kesiapan dari AB (Anggota Bursa), sudah terdapat 16 AB yang menyatakan minat untuk berpartisipasi dan juga enam AB telah siap untuk piloting dan juga satu AB yang bersedia menjadi liquidity provider,” imbuhnya.

Sebagai informasi SSF merupakan salah satu inovasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di tahun 2024 ini, di mana hal itu dilakukan dalam rangka mendukung kinerja pasar derivatif untuk tumbuh semakin signifikan. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Askrindo dan Pemkab Bone Bersinergi Perkuat Pelindungan Risiko dari Aset hingga Usaha Mikro

Poin Penting Askrindo menjalin kerja sama dengan Pemkab Bone untuk penjaminan suretyship dan asuransi umum… Read More

17 mins ago

Hadirkan Fasilitas Kesehatan Premium, BRI Life dan RS Awal Bros Jalin Kolaborasi Strategis

Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More

37 mins ago

Jamkrindo Bukukan Laba Bersih Rp1,05 Triliun pada 2025

Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More

1 hour ago

FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal RI, Begini Respons OJK

Poin Penting Status Indonesia tetap di kategori Secondary Emerging Market versi FTSE Russell dan tidak… Read More

1 hour ago

Kaspersky Catat Pertumbuhan Positif 2025, Target Double Digit di 2026

Poin Penting Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir… Read More

2 hours ago

Rupiah Dibuka Melemah, Pelaku Pasar Ragu Gencatan Senjata AS-Iran Bertahan

Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke Rp17.035 per dolar AS, tertekan penguatan dolar AS. Sentimen… Read More

2 hours ago