Poin Penting
- PT Prodia Widyahusada Tbk mencatat pendapatan Rp2,3 triliun (tumbuh 1,31 persen yoy) dan laba bersih Rp206,7 miliar dengan margin 9,1 persen, menunjukkan profitabilitas terjaga di 2025
- Jumlah outlet naik menjadi 402 unit, pelanggan mencapai 2,76 juta, dan volume tes 20,94 juta. Aplikasi U by Prodia juga melonjak dengan 2,9 juta unduhan (+70 persen yoy)
- Prodia mengakuisisi 30 persen Prostem dan melakukan buyback 5,09 persen saham, sambil mempertahankan pangsa pasar sekitar 40 persen.
Jakarta — Di tengah berbagai tantangan industri kesehatan, PT Prodia Widyahusada Tbk mampu mempertahankan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025.
Direktur Utama Prodia, Liana Kuswandi, mengungkapkan pendapatan bersih perseroan mencapai Rp2,3 triliun atau tumbuh 1,31 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar Rp206,7 miliar dengan margin laba 9,1 persen, mencerminkan tingkat profitabilitas yang tetap terjaga.
“Untuk pencapaian utama di 2025, pendapatan bersih perseroan itu di Rp2,3 triliun, pertumbuhannya 1,31 persen year-on-year (yoy dan laba bersih di Rp206,7 miliar dengan margin 9,1 persen,” ujar Liana, dalam Public Expose PT Prodia Widyahusada Tbk Tahun 2026, secara daring, Kamis, 23 April 2026.
Baca juga: Generali dan Prodia Luncurkan Layanan Inovatif Digital Medical Check Up
Dari sisi operasional, lanjut Liana, Prodia terus memperluas jaringan layanan. Hingga akhir 2025, jumlah outlet mencapai 402 unit, bertambah 74 outlet dibandingkan tahun sebelumnya.
Jumlah pelanggan juga mengalami peningkatan menjadi 2,76 juta atau tumbuh 0,72 persen yoy. Adapun total volume pemeriksaan mencapai 20,94 juta tes, naik 4,38 persen yoy.
Sementara pada lini digital, aplikasi U by Prodia mencatat pertumbuhan signifikan. Jumlah unduhan mencapai 2,9 juta atau melonjak sekitar 70 persen yoy, dengan peningkatan transaksi lebih dari 37 persen.
“Dan untuk U by Prodia, downloaders-nya itu di 2,9 juta, bertumbuh sekitar 70 persen yoy. Dan dengan transaksi sebesar peningkatannya lebih dari 37 persen yoy,” jelasnya.
Stuktur Pemegang Saham
Pada 2025 Prodia melakukan aksi korporasi dengan mengakuisisi 30 persen saham Prostem serta melaksanakan pembelian kembali saham (buyback) sebesar 5,09 persen dari saham beredar.
Struktur pemegang saham per Maret 2025 menunjukkan Prodia Utama menggenggam 57 persen saham, Bio Majesty 12 persen, publik 26 persen, dan saham tresuri 5 persen.
Baca juga: Trisula Textile Industries Bidik Laba 2026 Tumbuh 8 Persen, Begini Strateginya
Prodia juga mengklaim mempertahankan posisi sebagai salah satu pemain utama di industri laboratorium kesehatan dengan pangsa pasar sekitar 40 persen.
Prodia menjadi laboratorium rujukan nasional dan satu-satunya di Indonesia yang mengantongi akreditasi College of American Pathologists (CAP). Selain itu, percepatan transformasi digital turut diperkuat dengan perolehan sertifikasi ISO 27001. (*)
Editor: Galih Pratama








