Jakarta – KoinWorks yang telah menjadi neobank untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pertama di Indonesia, berkomitmen untuk menyediakan ekosistem keuangan digital yang lebih inklusif, melalui pembentukan departemen Impact & Environment, Social, Governance (ESG).
KoinWorks menunjuk Angelique Timmer, seorang ahli impact finance global, untuk memimpin departemen ini untuk memastikan dampak sosial yang diberikan KoinWorks dapat terukur secara keseluruhan agar dapat terus memberikan produk dan layanan yang berorientasi pada konsumen, dan membantu UMKM agar memiliki bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan.
Sejak pertama kali didirikan, KoinWorks telah memberikan dampak sosial, melalui pembukaan akses keuangan dan modal usaha kepada UMKM yang belum terlayani oleh lembaga keuangan konvensional (underserved), serta membantu mereka dalam mentransformasi bisnisnya ke platform digital. Akan tetapi, masih banyak yang harus dilakukan untuk pertumbuhan UMKM yang inklusif dan berkelanjutan kedepannya.
“Prioritas utama kami ke depan adalah menampilkan metrik dampak sosial yang akuntabel. Dengan metrik yang tepat, kita tidak hanya dapat melihat bagaimana 65 juta UMKM berkontribusi terhadap perkembangan kelas menengah di Indonesia, melalui angka dan narasi, tetapi kita juga dapat memahami nilai serta kebutuhan mereka secara keseluruhan,” ucap Angelique dikutip, 16 Februari 2023.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, terdapat 65 juta UMKM di Tanah Air, yang berkontribusi sebesar 61,07% terhadap PDB atau sekitar Rp8.573 triliun atau USD600 miliar, UMKM juga mampu menyerap 97% dari total tenaga kerja nasional. Sayangnya, sekitar 46 juta atau 77,6% UMKM masih tergolong underserved.
Melalui, departemen Impact & ESG di KoinWorks ini, lebih lanjut ia menjelaskan bahwa, hal ini bertujuan juta untuk memberikan solusi keuangan dan non-keuangan digital, seperti program-program edukasi untuk menjawab kebutuhan UMKM Indonesia, dan menciptakan komunitas UMKM yang terus berkembang.
Terkait hal ini, CEO dan Co-Founder KoinWorks, Benedicto Haryono, menyatakan bahwa, KoinWorks akan terus mengembangkan inovasi untuk membantu UMKM beradaptasi dan tumbuh di tengah lanskap bisnis yang berkembang.
“Pemahaman Angelique akan pentingnya perubahan pola pikir dalam mendorong inklusi keuangan untuk segmen underserved akan semakin mendukung kami dalam memberdayakan dan menyediakan apa yang benar-benar dibutuhkan pelaku UMKM,” ujar Benedicto dalam kesempatan yang sama.
Sejak didirikan pada tahun 2016, KoinWorks telah mendukung sekitar 850.000 UMKM dalam mendapatkan akses pendanaan, dimana 25% dari UMKM ini mendapat pendanaan pertama mereka dari KoinWorks.
Adapun, KoinWorks juga berhasil menggandakan jumlah UMKM yang dipimpin perempuan yang mereka dukung. Kehadiran departemen Impact & ESG tentunya dapat semakin meningkatkan pertumbuhan ini dan memperkuat komitmen KoinWorks dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) PBB pada tahun 2030. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More