News Update

Presiden Resmikan Dua Ruas Tol yang Dibiayai BNI

Tegal — Tol Ruas Pejagan-Pemalang Seksi 3 dan 4 telah diresmikan hari ini. Dengan demikian, Tol Ruas Pejagan-Pemalang telah dapat beroperasi secara penuh. Pada kesempatan yang sama, Tol Ruas Pemalang Batang Seksi 1 juga diresmikan. Sebagai salah satu bank BUMN, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menjadi Mandated Lead Arranger dalam pembiayaan sindikasi untuk pembangunan kedua ruas tol tersebut.

Kedua ruas tol tersebut diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo. Turut hadir pada peresmian kedua tol tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Rini M Soemarno dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Basuki Hadimuljono di Tegal, Jumat, 9 November 2018.

Corporate Secretary BNI Kiryanto menuturkan, dalam pembangunan Tol Ruas Pejagan Pemalang, BNI mengambil porsi kredit sindikasi sebesar Rp 1 triliun atau 21,15% dari total sindikasi (Rp 4,7 triliun). Project cost dari Tol Ruas Pejagan Pemalang sendiri adalah sebesar Rp 7,6 triliun.

Sedangkan, BNI mengambil bagian sebesar 28,84% atau Rp 1,5 triliun dari total kredit sindikasi (Rp 5,2 triliun) yang disalurkan untuk pembangunan Tol Ruas Pemalang Batang yang project cost-nya mencapai Rp 7,5 triliun.

“Sejalan dengan langkah pemerintah yang fokus pada pembangunan infrastruktur, BNI aktif terlibat dalam berbagai penyaluran kredit sindikasi infrastruktur. Dalam pembangunan Tol Ruas Pejagan Pemalang dan Tol Ruas Pejagan Pemalang, BNI berperan Agen Fasilitas, Escrow, dan Jaminan. BNI sendiri menjadi lead dalam kedua pembiayaan sindikasi yang juga mendapat partisipasi dari lembaga pembiayaan dan bank lain tersebut,” ujar Kiryanto.

Selain BNI, terdapat 13 bank dan lembaga pembiayaan di dalam kepesertaan kredit sindikasi Tol Ruas Pejagan Pemalang yaitu SMI, LPEI, ICBC, Panin, Bank Artha Graha, Bank Sumut, Bank Jateng, Bank Sulselbar, Bank Kalteng, Bank Nagari, Bank Maluku Malut, Bank DIY, dan Bank Jambi.

Sedangkan dalam kredit sindikasi pembangunan Tol Ruas Pemalang Batang, selain BNI terdapat 23 bank dan lembaga pembiayaan partisipan yaitu Bank Panin, Bank Artha Graha, Bank Sumut, Bank Jateng, Bank Sulselbar, Bank Kalteng, Bank Nagari, Bank Maluku Malut, Bank DIY, Bank Jambi, BPD Bali, Bank Papua, IIF, Bank Riau Kepri, Bank Sumsel Babel, Bank Kalsel, Bank Sulteng, BNI Syariah, Bank Aceh Syariah, Bank DIY Syariah, BJB Syariah, Bank Riau Kepri Syariah, dan Bank Kalsel Syariah. (*)

Paulus Yoga

Recent Posts

BNI Ingatkan Nasabah Waspada Modus Phishing Jelang Lebaran

Poin Penting BNI mengingatkan lonjakan transaksi Ramadan dan pencairan THR meningkatkan risiko kejahatan siber, khususnya… Read More

21 mins ago

Bank Mega Gandeng IKPI Perkuat Pemahaman Coretax ke Nasabah

Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More

12 hours ago

40 Juta UMKM Belum Berizin, BKPM Siap Permudah Proses NIB

Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More

13 hours ago

Purbaya Sesuaikan Strategi Penempatan Dana di Perbankan dengan Kebijakan BI

Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More

13 hours ago

Duh! Program MBG Berpotensi Buang Uang Negara Rp1,27 Triliun per Minggu

Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More

15 hours ago

OJK Tegaskan Tak Ada “Injury Time” Spin Off UUS Asuransi

Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More

15 hours ago