Presiden RI Prabowo Subianto, dan Raja Yordania, Abdullah II bin Al-Hussein, menyaksikan langsung penandatanganan empat nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) strategis antara Indonesia dan Kerajaan Yordania Hasyimiyah, Istana Al Husseiniya, Amman, Senin (14/4). (Foto: BPMI Setpres)
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dan Raja Yordania, Abdullah II bin Al-Hussein menyepakati kerja sama strategis kedua negara serta peran aktif dalam menciptakan perdamaian, stabilitas, dan kemajuan bersama di kawasan dan dunia.
Kesepakatan sendiri dalam bentuk penandatangan empat nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) strategis antara Indonesia dan Kerajaan Yordania Hasyimiyah.
Penandatanganan berlangsung di Istana Al Husseiniya, Amman, Senin, 14 April 2025, dalam suasana penuh semangat kemitraan dan persahabatan antarbangsa.
Baca juga : Kebijakan Presiden Prabowo Soal Relaksasi TKDN Dinilai Realistis
Dinukil laman setkab.go.id, Selasa (15/4), momentum ini menjadi bagian penting dari kunjungan resmi Presiden Prabowo ke Yordania yang bertujuan mempererat hubungan bilateral sekaligus meningkatkan kerja sama konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat kedua negara.
“Di tengah tantangan global yang dinamis, Indonesia dan Yordania menegaskan komitmen untuk saling mendukung demi stabilitas kawasan dan pembangunan berkelanjutan,” tulis keterangan resmi tersebut.
Baca juga : Tegaskan Netralitas RI, Prabowo: “Seribu Teman Terlalu Sedikit, Satu Musuh Terlalu Banyak”
Adapun, empat dokumen kerja sama yang ditandatangani dalam kesempatan tersebut antara lain :
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More