Wamenkeu Anggito Abimanyu. (Foto: istimewa)
Jakarta – Wacana Presiden Prabowo Subianto membentuk Kementerian Penerimaan Negara kembali berhembus. Kabarnya, pos kementerian ini bakal dinahkodai oleh Anggito Abimanyu, yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu).
Sinyal tersebut disampaikan oleh Hashim Djojohadikusumo, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus adik kandung Presiden Prabowo Subianto dalam rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia 2024 di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, Kementerian Penerimaan Negara akan segera dibentuk untuk menangani kebocoran penerimaan negara di sektor perpajakan, cukai, royalti dari sektor pertambangan hingga potensi kebocoran penerimaan negara lainnya.
Baca juga: Pajak Digital Sumbang Rp29,97 Triliun hingga Oktober 2024, Ini Rinciannya
“Itu akan ditangani oleh Anggito Abimanyu sebagai menteri penerimaan negara yang baru nanti. Saya kira beliau sebagai wakil menteri, itu nanti diangkat sebagai menteri penerimaan negara,” jelas Hashim.
Sebelumnya, Anggito mengaku mendapatkan pesan khusus dari Presiden Prabowo, yakni optimalisasi penerimaan negara.
“Pesannya cukup banyak. Terutama terkait penerimaan negara, yang harus setara dengan negara lain. Pak Prabowo tadi menyebutkan negara Kamboja penerimaan negaranya sampai 18 persen. Kami diminta untuk segala upaya dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut,” jelasnya usai dipanggil Presiden Prabowo di kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan, 15 Oktober 2024 lalu.
Baca juga: Sri Mulyani Minta Kementerian/Lembaga Sunat 50 Persen Anggaran Perjalanan Dinas
Sementara, Hashim memang pernah menyinggung soal Kementerian Penerimaan Negara pada Oktober lalu, sebelum Kabinet Merah Putih terbentuk. Dia telah mengungkapkan wacana pembentukan Kementerian Penerimaan Negara.
Menurut Hashim, rencana pembentukan Kementerian Penerimaan Negara sudah tertera dalam program kerja Asta Cita Prabowo. (*)
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More
Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More
Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More
Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More
Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More