Jakarta–Pascamundurnya Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Maroef Sjamsoeddin dari jabatannya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diminta untuk melakukan investigasi laporan keuangan PT Freeport Indonesia.
Pernyataan ini seperti disampaikan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, di Gedung BPK, Jakarta, Selasa, 19 Januari 2016. Menurutnya, investigasi tersebut, bertujuan untuk mengaudit seberapa jauh eksploitasi tambang emas raksasa itu dan untuk mencari tahu seberapa besar keuntungan yang didapat Indonesia.
“Laporan total berapa yang sudah dieksploitasi Freeport, misalnya, berapa keuntungan, Indonesia mendapatkan berapa, siapa saja pemegang saham, ada pihak Indonesia yang pegang saham itu,” ujar Fahri.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, bahwa hasil audit investigasi tersebut nantinya, diharapkan dapat mengetahui kontrovesi dibalik PT Freeport Indonesia. Selain itu, juga diharapkan hasil audit BPK dapat mampu mengungkap kontroversi yang terjadi saat ini tengah terjadi di managament.
“Semuanya ini bisa kami investigasi agar menjadi jelas, proporsionalkah itu bagi warga Papua dan Indonesia yang menanggung beban kontroversi terus-menerus. Ini kami serahkan kepada BPK nantinya,” tutup Fahri. (*) Rezkiana Nisaputra
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More
Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More