Ilustrasi: Premi unitlink. (Foto: istimewa)
Jakarta–Direktur Infovesta Utama Parto Kawito meyakini premi produk asuransi unit link bisa tumbuh 15% tahun ini. Keyakinan ini didukung oleh kondisi ekonomi tahun ini yang diperkirakan bisa positif, seiring beberapa kebijakan pemerintah seperti tax amnesty dan penurunan suku bunga.
Hal tersebutpun dinilai Parto akan mendorong industri pasar modal semakin baik.
“Kini tantangannya regulator harus berggerak, aturan tetap dijaga agar investaasi tetap menarik,” jelas Parto usai menghadiri acara unit link award yang diselenggarakan Infobank dan Infovesta di Jakarta, Jumat, 26 Febuari 2016.
Dengan semakin baiknya kinerja pasar modal lanjut Parto, produk unit link khusus saham diprediksi bisa memberikkan return atau imbal hasil 12-15%, sementara campuran 10-12%dan pendapatan tetap 7-9%.
“Kini tinggal Agen bagaimana bisa meyakini nasabahnya untuk memiliki produk unit link. Dan kualitas agen tetap harus dijaga dalam memberikan pengetahuan investasi di produk unit link,” Terangnya.
Ketua Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga Assosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Chirstine Setyabudhi sendiri mengatakan pertumbuhan premi produk unit link beberapa tahun lalu. sempat meningkat. Namun hanya tahun 2015 yang menurun, seiring pelambatan ekonomi.
Kendati demikian lanjutnya, porsi premi asuransi sampai saat ini masih paling besar di sumbang produk unit link.
“Untuk tahun lalu sendiri kontribusi premi yang berasal dari unit link mencapai Rp72 triliun dan tradisional hanya Rp56 triliun artinya lebih dari 60% total premi berasal dari unit link,” kata Chirstine. (*) Dwitya Putra
Poin Penting Askrindo menjalin kerja sama dengan Pemkab Bone untuk penjaminan suretyship dan asuransi umum… Read More
Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More
Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More
Poin Penting Status Indonesia tetap di kategori Secondary Emerging Market versi FTSE Russell dan tidak… Read More
Poin Penting Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke Rp17.035 per dolar AS, tertekan penguatan dolar AS. Sentimen… Read More