Keuangan

Premi AXA Mandiri Sentuh Rp10 Triliun di 2025, Unitlink Jadi Tulang Punggung

Poin Penting

  • AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang lebih dari Rp5 triliun atau 50,3 persen
  • Tingginya kontribusi unitlink mencerminkan minat masyarakat pada produk proteksi sekaligus investasi untuk tujuan finansial jangka panjang
  • Manajemen menegaskan unitlink tetap dikelola hati-hati dan berorientasi jangka panjang, meski pasar saham berfluktuasi.

Jakarta – Sepanjang 2025, AXA Mandiri membukukan total pendapatan premi (gross written premium) sebesar Rp10 triliun. Presiden Direktur AXA Mandiri, Handojo G. Kusuma mengungkapkan, lebih dari separuh pendapatan premi masih ditopang produk unitlink.

“Produk unitlink tetap menjadi kontributor signifikan dengan pendapatan premi lebih dari Rp5 triliun, atau sekitar 50,3 persen dari total premi perusahaan,” ujarnya kepada Infobanknews, Jumat (27/2).

Dominasi unitlink ini menunjukkan bahwa minat terhadap produk kombinasi proteksi dan investasi belum surut, meski pasar saham berfluktuasi. Menurut Handojo, tren tersebut mencerminkan perubahan pola pikir masyarakat.

Baca juga: AXA Mandiri Salurkan Surplus Underwriting 2024 Rp250 Juta ke Baznas

“Minat masyarakat tetap tinggi terhadap produk yang menggabungkan proteksi dan investasi. Kami melihat pertumbuhan ini didorong oleh kesadaran bahwa asuransi adalah instrumen penting untuk tujuan finansial jangka panjang, seperti dana pendidikan, perencanaan pensiun, hingga pengelolaan warisan,” jelasnya.

Namun angka tersebut juga menyiratkan ketergantungan signifikan terhadap produk berbasis pasar modal. Di tengah volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), seberapa tahan model bisnis berbasis unitlink terhadap guncangan pasar.

Baca juga: AAUI Ungkap Penyebab Premi Asuransi Umum Hanya Tumbuh 4,8 Persen di 2025

Handojo menepis kekhawatiran jangka pendek. Ia menekankan bahwa asuransi bukan instrumen spekulatif.

“Asuransi dan instrumen investasinya harus dilihat sebagai komitmen jangka panjang, bukan sekadar fluktuasi jangka pendek,” tegasnya.

Ia memastikan pengelolaan investasi dilakukan secara aktif dengan prinsip kehati-hatian guna menjaga stabilitas aset nasabah. (*) Alfi Salima Puteri

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

BI Rate Turun, Amar Bank Jaga Bunga Deposito Tetap Menarik

Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More

2 hours ago

Bos Amar Bank: Lawan Serangan Siber Seperti “Tom and Jerry”

Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More

2 hours ago

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Ajukan Pinjaman Rp2 Triliun, untuk Apa?

Poin Penting Dedi Mulyadi ajukan pinjaman daerah Rp2 triliun akibat kapasitas fiskal Jabar turun hampir… Read More

2 hours ago

Bank Panin Bukukan Laba Bersih Rp2,87 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Bank Panin mencatatkan laba bersih Rp2,87 triliun, naik tipis 0,13 persen yoy, ditopang… Read More

3 hours ago

BNI Siapkan Rp23,97 Triliun Uang Tunai Jelang Lebaran 2026

Poin Penting BNI siapkan uang tunai Rp23,97 triliun untuk kebutuhan transaksi Ramadan dan Lebaran 2026… Read More

3 hours ago

Penerimaan Pajak Digital Tembus Rp47,18 Triliun di Januari 2026

Poin Penting DJP mencatat penerimaan pajak ekonomi digital mencapai Rp47,18 triliun hingga Januari 2026, didominasi… Read More

4 hours ago