Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan adanya kontraksi hingga minus 10% pada pertumbuhan premi asuransi jiwa hingga kuartal II-2020.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, penurunan kinerja industri asuransi ini cukup membaik walau terlihat melanjutkan tren penurunan yang terjadi pada Maret 2020 lalu atau per kuartal I 2020. Dimana pertumbuhan premi asuransi jiwa per Maret 2020 minus 13,8%. Terlebih pada Desember 2019 lalu hanya minus 0,38%.
“Pertumbuhan premi asuransi juga terlihat terkontraksi. Terlihat dari premi asuransi jiwa yang terkontraksi sebesar 10% dan premi asuransi umum dan reasuransi terkontaksi sebesar 2,3%,” ungkapnya dalam video conference virtual, di Jakarta, Selasa 4 Agustus 2020.
Meski begitu, OJK mengklaim kesehatan industri asuransi masih mengalami berbaikan dan dalam kondisi sehat. Hal tersebut tercermin dari risk Based Capital (RBC) misalnya masih naik di Juni 2020. Tercatat RBC asuransi jiwa naik dari 651% di Mei 2020 menjadi 688% di Juni 2020. Sedangkan untuk auransi umum juga masih naik dari 313% menjadi 319% di Juni 2020.
Wimboh berharap kondisi pemulihan ekonomi dapat segara terwujud serta menggerakan sektor asuransi agar tetap tumbuh. “Setelah ekonomi tumbuh otomatis perusahaan asuransi lebih banyak lagi menghandle polis-polis baru,” tukas Wimboh. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Pesawat ATR 42-500 ditemukan di puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dalam… Read More
Poin Penting Sistem rujukan JKN bukan hambatan, melainkan mekanisme untuk memastikan peserta mendapat layanan medis… Read More
Poin Penting AAJI resmi membuka pencalonan Ketua Dewan Pengurus periode 2026-2028, yang akan diputuskan melalui… Read More
Poin Penting AAJI menunjuk dua Plt Ketua, yakni Albertus Wiroyo dan Handojo G. Kusuma, usai… Read More
Poin Penting Dana riset nasional naik menjadi Rp12 triliun, setelah Presiden Prabowo menambah anggaran sebesar… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,40 dan seluruh indeks domestik berakhir… Read More