Keuangan

Premi Asuransi Jiwa Turun 1,21 Persen Jadi Rp117,51 Triliun per Agustus 2025

Poin Penting

  • Premi asuransi jiwa hingga Agustus 2025 tercatat Rp117,51 triliun, turun 1,21 persen yoy di tengah penguatan fondasi industri
  • Total aset industri perasuransian naik 3,37 persen yoy menjadi Rp1.170,62 triliun, ditopang pertumbuhan premi asuransi umum dan reasuransi sebesar 2,42 persen yoy
  • Rasio kecukupan modal asuransi jiwa 472,58 persen dan asuransi umum 323,36 persen, jauh di atas ambang batas minimum 120 persen yang ditetapkan OJK.

Jakarta – Di tengah pertumbuhan aset industri asuransi yang tetap solid, kinerja premi asuransi jiwa justru mengalami tekanan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Agustus 2025, premi asuransi jiwa tercatat sebesar Rp117,51 triliun, mengalami kontraksi 1,21 persen secara tahunan (year on year).

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menyampaikan bahwa pelemahan ini terjadi di tengah upaya industri memperkuat fondasi bisnis dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Industri perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun memiliki peran penting dalam mengelola risiko finansial masyarakat, mulai dari risiko sakit, kecelakaan, hingga perencanaan masa depan,” ujar Ogi dalam acara Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan September 2025, Kamis (9/10).

Baca juga: Danantara Bakal Ciutkan Jumlah Asuransi dari 15 Jadi 3 Perusahaan

Meski premi asuransi jiwa melambat, kata Ogi, kinerja keseluruhan industri perasuransian tetap menunjukkan ketahanan positif. Total aset industri perasuransian mencapai Rp1.170,62 triliun per Agustus 2025, tumbuh 3,37 persen (yoy).

Sementara asuransi komersial yang mencakup asuransi jiwa, asuransi umum, dan reasuransi mencatatkan aset Rp948,14 triliun, naik 3,87 persen (yoy).

Dari sisi pendapatan, total premi industri asuransi komersial pada periode Januari–Agustus 2025 mencapai Rp219,52 triliun, tumbuh 0,44 persen (yoy).

Kinerja tersebut ditopang oleh premi asuransi umum dan reasuransi yang meningkat 2,42 persen (yoy) menjadi Rp102,01 triliun, menahan pelemahan di lini asuransi jiwa.

Baca juga: DPR Desak OJK Perketat Pengawasan Investasi Asuransi, Cegah Gagal Bayar Terulang

“Secara umum permodalan industri asuransi komersial masih menunjukkan kondisi yang solid. Rasio kecukupan modal yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan asuransi dalam menyerap risiko dan menjaga kepercayaan masyarakat,” jelas Ogi.

OJK mencatat, rasio kecukupan modal (risk based capital/RBC) agregat untuk asuransi jiwa mencapai 472,58 persen, sementara asuransi umum dan reasuransi berada di 323,36 persen.

“Keduanya jauh di atas ambang batas minimum 120 persen yang ditetapkan regulator,” imbuhnya. (*) Alfi Salima Puteri

Galih Pratama

Recent Posts

Friksi Berujung Selingkuh

Awaldi, Pemerhati SDM Bank dan Consulting Director Mercer Indonesia HUBUNGAN romantis nyaris tidak pernah runtuh… Read More

15 hours ago

OJK Tegaskan Arah UUS Asuransi: Spin Off atau Kembalikan Izin

Poin Penting Spin-off UUS memasuki fase krusial menjelang tenggat akhir 2026 sesuai POJK No.11/2023, dengan… Read More

15 hours ago

Breaking News! KPK OTT Pegawai Kantor Pajak Jakarta Utara, 8 Orang Diamankan

Poin Penting KPK menggelar OTT di Kanwil DJP Jakarta Utara, mengamankan delapan orang beserta barang… Read More

16 hours ago

Komisi Kejaksaan (Komjak) mengapresiasi capaian kinerja Kejaksaan Agung sepanjang tahun 2025.

Komisi Kejaksaan Republik Indonesia mencatat telah menangani 29 perkara yang menarik perhatian publik sepanjang 2025.… Read More

16 hours ago

Jurus Adira Finance Genjot Pembiayaan Syariah di Awal 2026

Poin Penting Adira Finance Syariah meluncurkan Hasanah, produk pembiayaan Haji Plus berbasis prinsip syariah untuk… Read More

17 hours ago

Persaingan Makin Ketat, Perbarindo DKI Dorong BPR Jaga Loyalitas Nasabah

Poin Penting Loyalitas nasabah jadi kunci daya saing BPR, dengan dua faktor utama: kenyamanan layanan… Read More

22 hours ago