Sementara untuk tahun depan, kata dia, premi bisa tumbuh hingga 30%. “Sampai sekarang kalau kita lihat industri ini terus berkembang meski pasar saham sedang turun tapi growth-nya masih tetap tumbuh sekitar 10-30%. Kita enggak akan ada ketakutan bahwa tahun depan itu masih bisa tetap tumbuh 10-30%,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Kepala Departemen AAJI, Nini Sumohandoyo menambahkan, dengan adanya Peraturan Presiden (Perpres) mengenai inklusi keuangan yang baru ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), dirinya berkeyakinan, target-target tersebut dapat terealisasi.
(Baca juga : Kuartal II-2016, Asuransi Jiwa Bayar Klaim Rp44,7 Triliun)
“Presiden baru tandatangani Perpres keuangan inklusif, ini untuk menggalakan inisiatif-inisiatif tentang keuangan inklusif. Jadi dengan adanya kampanye-kampanye penggalakan itu insyallah 30% di tahun depan itu akan tercapai,” paparnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More
Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More
Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More
Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More
Poin Penting Konflik Timteng memicu risiko gangguan infrastruktur digital global, termasuk data center dan jaringan… Read More
Poin Penting Kebocoran data masih terjadi karena penggunaan banyak tools keamanan yang tidak terintegrasi (silo),… Read More