Premi Asuransi Jiwa Masih Terkoreksi 6,1% di 2020

Premi Asuransi Jiwa Masih Terkoreksi 6,1% di 2020

AAJI: Asuransi Jiwa Bayarkan Klaim dan Manfaat Rp121,08 Triliun
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Pandemi masih menekan kinerja industri asuransi jiwa di 2020, buktinya, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pertumbuhan premi pada periode tersebut terkoreksi 6,1% secara tahunan, atau dari Rp199,87 triliun di 2019 menjadi Rp187,59 triliun.

Ketua Bidang Aktuaria Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan menyatakan, hampir semua industri mengalami penurunan akibat pandemi, termasuk industri asuransi jiwa. Namun, penurunan premi industri asuransi jiwa masih lebih baik ketimbang penurunan bisnis di industri-industri lainnya.

“Kalau di compare dengan industri lain, tidak ada barangkai yang tidak terpukul lebih dari double digit. Kita alhamdulillah hanya ter-hit kira-kira sekitar 8,6% (premi),” ujarnya dalam konferensi pers AAJI secara daring di Jakarta, Selasa, 9 Maret 2021.

Meski secara tahunan mengalami penurunan, lanjut Fauzi, jika dilihat secara per kuartal, premi asuransi jiwa mampu mencatatkan pertumbuhan sekitar 19,37% atau dari Rp44,90 triliun di kuartal III 2020 menjadi Rp53,60 triliun di kuartal empat 2020.

“Walaupun secara satu tahun kita mengalami penurunan, kalau dilihat secara kuartal ke kuartal sebenarnya di kuartal keempat 2020 ada improvement yang luar biasa bagus buat industri asuransi jiwa,” tegasnya.

Turunnya penurunan premi juga sejalan dengan penuruan hasil investasi industri asuransi jiwa secara tahunan. Hasil investasi industri asuransi jiwa mengalami perlambatan sebesar 23,7% dari Rp23,53 triliun di 2019 menjadi Rp17,95 triliun di 2020.

Namun begitu, jika dilihat secara kuartal dan seiring dengan membaiknya kondisi pasar modal, hasil investasi asuransi kembali membaik yakni tumbuh 772,73% atau dari Rp4,07 triliun di kuartal III 2020 menjadi Rp35,52 triliun di kuartal IV 2020.

“Industri mengambil langkah dengan melakukan pengalihan dana dan penempatan dana investasi secara strategis, sehingga hingga akhir 2020 hasil investasi berada di angka Rp17,95 triliun,” katanya. (*) Bagus Kasanjanu

Editor: Rezkiana Np

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Pilihan

Info Grafis

Silahkan Login 

%d bloggers like this: