News Update

Prasasti Dorong Pemerintah Genjot Digitalisasi Demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Jakarta – Ekonomi digital memiliki potensi yang besar di masa mendatang. Riset lembaga ekonomi Prasasti for Policy Studies (Prasasti), menyebut sumbangan ekonomi digital terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia terus meningkat.

Gundy Cahyadi, Research Director Prasasti mengatakan kontribusi ekonomi digital untuk PDB sudah mencapai 8,6 persen selama 5 tahun terakhir. Artinya, pertumbuhan kontribusi sektor ini mencapai 5 persen per tahunnya, terhitung sejak 2010 silam.

“Dan dari segi nominalnya, (ekonomi digital) juga sudah bertumbuh cukup pesat. Kalau kita lihat tahun 2022, ukurannya itu masih sekitar Rp1.600 triliun. Di tahun 2024, pengukuran dari ekonomi digital ini secara nominal sudah sekitar Rp1.800 triliun,” terang Gundy pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Pertumbuhannya menyentuh angka 7 persen dalam 3 tahun terakhir, melebihi pertumbuhan ekonomi nasional. Gundy memperkirakan, angkanya akan semakin tinggi lagi di masa mendatang.

Baca juga: Prasasti Minta Pemerintah Segera Turunkan ICOR, Ini Sebabnya

Namun demikian, temuan Prasasti juga menunjukkan, dari 17 sektor yang menjadi tolok ukur Badan Pusat Statistik (BPS), digitalisasi di Indonesia masih belum diterapkan secara optimal.

Tercatat, sektor-sektor seperti edukasi, kesehatan, administrasi pemerintahan, dan manufaktur, masih perlu meningkatkan intensitas penerapan teknologi.

Gundy menyebut, pemerintah ini wajib menjadi perhatian pemerintah.

“Kita perlu untuk terus meningkatkan dan mendukung sektor ekonomi digital. Karena pertama, size-nya sudah cukup signifikan, dan dia akan terus besar. Dan dari segi skill dan dari segi penerapan teknologi itu kita harus terus bersaing. Kalau tidak. kita justru akan terus ketinggalan,” papar Gundy.

Di kesempatan yang sama, Piter Abdullah, Policy and Program Director Prasasti, menambahkan ekonomi digital bisa menjadi salah satu kunci keberhasilan pemerintahan Indonesia untuk mencapai angka pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Baca juga: Ekonomi Digital RI Diproyeksi Sumbang 5 Persen PDB pada 2030

Kata Piter, jika mengingat berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), 79,5 persen atau 221 juta populasi Tanah Air sudah terkoneksi dengan internet. Potensinya harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.

“Potensi ekonomi digital harus kita maksimalkan, dan harus kita realisasikan sebesar-besarnya. Supaya, pertumbuhan ekonomi 8 persen benar-benar bisa kita wujudkan,” kata Piter. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Galih Pratama

Recent Posts

OJK Denda Influencer BVN Rp5,35 Miliar Gegara Goreng Saham

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan sanksi administratif kepada seorang pegiat media sosial pasar… Read More

1 hour ago

AAUI Ungkap Penyebab Premi Asuransi Umum Hanya Tumbuh 4,8 Persen di 2025

Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More

15 hours ago

Total Klaim Asuransi Umum Naik 4,1 Persen Jadi Rp48,96 Miliar di 2025

Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More

16 hours ago

Indonesia Diminta jadi Wakil Komandan Misi Gaza, Ini Pernyataan Prabowo

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan Indonesia terhadap perdamaian berkelanjutan di Palestina dengan solusi… Read More

17 hours ago

IHSG Ditutup di Zona Merah, Top Losers: Saham DGWG, SGRO, dan HMSP

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,03 persen ke 8.271,76. Sebanyak 381 saham terkoreksi, 267 menguat,… Read More

19 hours ago

Pendapatan Premi Asuransi Umum Tumbuh 4,8 Persen Jadi Rp112,81 Miliar pada 2025

Poin Penting Pendapatan premi asuransi umum sepanjang 2025 naik 4,8% menjadi Rp112,81 miliar. Lini dengan… Read More

19 hours ago