Market Update

Prajogo Pangestu Borong Saham BREN, Segini Nilainya

Poin Penting

  • Prajogo Pangestu membeli sekitar 1 juta saham BREN pada 15 Januari 2026 dengan harga Rp9.525–Rp9.675 per saham, dengan total nilai transaksi sekitar Rp9,60 miliar
  • Pasca transaksi, kepemilikan Prajogo meningkat menjadi 140,78 juta saham dengan hak suara 0,105 persen, dari sebelumnya 0,104 persen
  • Seluruh pembelian dilakukan tidak langsung untuk investasi pribadi, dan Prajogo menegaskan akan mempertahankan statusnya sebagai pengendali di BREN.

Jakarta – Konglomerat Prajogo Pangestu kembali menambah porsi kepemilikannya di PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN). Kali ini, total saham BREN yang diborong mencapai sekitar 1 juta saham.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip, Senin, 19 Januari 2026, transaksi tersebut dilakukan pada 15 Januari 2026 melalui beberapa kali pembelian saham biasa dengan harga bervariasi di kisaran Rp9.525 hingga Rp9.675 per saham.

Jika dirinci, Prajogo membeli saham BREN sebanyak 101.700 saham di harga Rp9.575, 238.500 saham di harga Rp9.600, dan 102.700 saham di harga Rp9.625.

Baca juga: Kapitalisasi BREN Tembus Rp1.070 T, Geser Posisi BBCA

Kemudian, sebanyak 107.600 saham di harga Rp 9.525, 96.700 saham di harga Rp 9.675, 90.800 saham di harga Rp 9.550, dan 262.000 saham di harga Rp9.650.

Jika dikalkulasi, Prajogo merogoh kocek sekira Rp9,60 miliar untuk memborong saham tersebut dalam satu hari.

Setelah transaksi, kepemilikan sahamnya meningkat menjadi 140.789.700 saham dengan porsi hak suara naik tipis menjadi 0,105 persen.

Sebelumnya, Prajogo tercatat memiliki sebanyak 139.789.700 saham atau setara dengan 0,104 persen hak suara.

Baca juga: MSCI Cabut Perlakuan Khusus, Saham BREN, CUAN, dan PTRO Melonjak

Adapun seluruh transaksi tersebut dilakukan dengan skema pembelian tidak langsung dan bertujuan untuk investasi pribadi.

Dalam keterangannya, Prajogo Pangestu juga menegaskan statusnya sebagai pengendali di BREN dan menyatakan akan tetap mempertahankan pengendalian tersebut ke depan. (*)

Galih Pratama

Recent Posts

PLN Catat Pertumbuhan SPKLU Sepanjang 44 Persen di 2025

Poin Penting PLN mencatat pertumbuhan SPKLU 44 persen sepanjang 2025, dengan total 4.655 unit yang… Read More

1 hour ago

Bank Mandiri Perkuat Ekosistem PMI dan Diaspora Lewat Mandiri Sahabatku 2026

Poin Penting Bank Mandiri mengakselerasi ekonomi kerakyatan PMI & diaspora melalui Mandiri Sahabatku 2026 yang… Read More

2 hours ago

Prabowo Sebut Kampung Haji di Makkah jadi Kehormatan bagi Indonesia

Poin Penting Prabowo menegaskan pembangunan Kampung Haji di Makkah merupakan kehormatan besar bagi Indonesia, karena… Read More

3 hours ago

BEI Ungkap 5 Saham Penyebab IHSG Turun Tajam Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 4,73 persen sepanjang periode 2-6 Februari 2026 dan ditutup di level… Read More

6 hours ago

Genjot Pertumbuhan Bisnis, Indospring (INDS) Perluas Ekspor ke Timur Tengah

Poin Penting Indospring membidik kawasan tersebut karena karakteristik pasar, khususnya dominasi truk Jepang, dinilai serupa… Read More

7 hours ago

BSN Fokus Dorong Ekosistem Perumahan Syariah, Developer Jadi Mitra Kunci Pertumbuhan

Poin Penting BSN menggelar Developer Gathering 2026 di empat kota sebagai langkah strategis menjadikan developer… Read More

8 hours ago