Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya di Gedung Utama Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, pada Senin, 20 Oktober 2025. Foto: BPMI Setpres
Poin Penting
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto berencana menempatkan utusan khusus presiden untuk mengawasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai upaya memperkuat pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan pelat merah yang mengelola kekayaan negara. Langkah ini dinilai penting agar pengelolaan BUMN berjalan transparan serta mencegah kebocoran aset negara.
Rencana tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam peringatan HUT ke-1 Badan Pengelola Investasi Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pengawasan terhadap BUMN harus diperkuat karena perusahaan negara memegang peran strategis dalam perekonomian nasional.
“Saya telah menunjuk utusan-utusan khusus presiden, dan mungkin akan saya tunjuk nanti utusan-utusan khusus untuk di tiap BUMN yang kita kelola. Kita harus mengawasi karena ini adalah darah bangsa Indonesia. Kalau darah ini bocor terus, bangsa kita dalam keadaan susah,” kata Prabowo.
Baca juga: Komisi VI DPR Ingatkan BUMN Optimalkan Layanan Energi dan Transportasi saat Mudik
Prabowo menilai banyak negara yang sebenarnya memiliki sumber daya melimpah, tetapi tetap mengalami kerugian karena lemahnya pengawasan terhadap lembaga yang mengelola kekayaan negara. Karena itu, pengawasan terhadap BUMN dan lembaga investasi negara harus dilakukan secara ketat.
Ia juga mengingatkan jajaran pimpinan dan pengawas Danantara agar menjaga lembaga tersebut sebagai sovereign wealth fund Indonesia yang dipercaya mengelola dana strategis negara.
“Saya titip kewaspadaan, eling dan waspada. Jaga diri masing-masing. Ingat, harapan seluruh bangsa, seluruh rakyat di pundak saudara-saudara. Saudara menjaga, saudara mengelola kekayaan anak dan cucu dan cicit kita,” ujar Prabowo.
Dalam arahannya, Prabowo menekankan bahwa banyak sovereign wealth fund di berbagai negara mengalami kerugian akibat tata kelola yang tidak baik. Oleh sebab itu, sistem pengawasan terhadap Danantara dan BUMN harus dibuat berlapis.
“Jaga selalu, banyak sovereign wealth fund yang rugi. Banyak sovereign wealth fund di negara yang paling kaya pun rugi akibat tidak baik manajemennya. Kita upayakan semua pengawasan. Saya kira, Danantara ini adalah lembaga yang paling diawasi di Indonesia. Ada Dewan Pengawas, saya kira Dewan Pengawas kita juga cukup kuat, hampir semua menko ada di situ ya kan. Saya juga minta BPK masuk, keluar, BPKP masuk, keluar, Kejaksaan, polisi, Panglima TNI, semua ikut mengawasi,” ujar Prabowo.
Baca juga: Pengamat: Governance Reset Danantara Bisa Dongkrak Kredibilitas BUMN
Selain penguatan pengawasan terhadap BUMN, Prabowo juga mengingatkan pentingnya tata kelola perusahaan yang baik bagi para pimpinan Danantara maupun jajaran direksi perusahaan negara.
“Saya yakin dan percaya kunci dari manajemen yang baik adalah di hati, di jiwa,” ujar Prabowo kepada para pimpinan Danantara dan BUMN dalam acara tersebut. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Sekitar 99 persen ASN Kementerian Keuangan telah lapor pajak SPT Tahunan melalui sistem… Read More
Poin Penting Jasindo siap jalankan konsolidasi asuransi BUMN sesuai arahan pemerintah dalam ekosistem Indonesia Financial… Read More
Poin Penting Lebaran 2026 berpotensi jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026 karena perbedaan metode… Read More
Poin Penting Bank Muamalat menyiapkan uang tunai Rp879 miliar selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H,… Read More
Poin Penting Laba bersih BTN mencapai Rp503 miliar hingga Februari 2026, melonjak 281,9% yoy dari… Read More
Poin Penting DPR resmi mengesahkan lima anggota baru Dewan Komisioner OJK untuk masa jabatan lima… Read More