Jakarta – Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto berjanji akan membangun pabrik handphone (HP) di Tanah Air sebagai solusi menekan impor HP.
Momen tersebut disampaikan Prabowo ketika merespons jawaban capres nomor urut 1, Anies Baswedan terkait pertanyaan panelis mengenai impor ponsel tahun 2023 mencapai Rp30 triliun, padahal anggaran membangun pabrik ponsel tidak sampai setengah triliun.
“Kalau saya selalu solutif dan tindakan, kalau memang hanya setengah triliun, perlu kehendak politik, ya bangun itu pabrik segera,” tegas Prabowo dalam debat kelima Pilpres 2024, Minggu, 5 Februari 2024.
Baca juga: Debat Capres, Ganjar Beberkan 3 Cara Bangun Indonesia Beradab
Ia juga menyinggung masalah utama di sektor teknologi ialah sumber daya manusia. Untuk mengatasi hal tersebut, negara perlu menyediakan beasiswa pendidikan bagi anak-anak di bidang teknologi, sains hingga matematika.
“Jadi programnya adalah memberikan beasiswa yang tadi saya sudah katakan, yakni 10 ribu kedokteran, 10 ribu di bidang science, technology, engineering, dan mathematics,” bebernya.
“Ini sangat mutlak, baru kita dapat bersaing. Kalau kita tidak punya awaknya bagaimana? Jadi program kami memberikan beasiswa,” tambahnya.
Baca juga: Anies Ungkap Strategi Bangun Teknologi Informasi Indonesia
Sebagaimana diketahui, pemerintah mensyaratkan kewajiban pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 35 persen.
Sejauh ini, merek-merek seperti Xiamo, Samsung, Oppo, VIVO telah memenuhi aturan TKDN tersebut dengan membangun pabrik atau perakitan di Indonesia. Hanya saja, merek asal AS Apple belum menjalankan kewajiban tersebut. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting BTN menggelar Run for Disabilities sebagai bagian Road to BTN Jakim 2026, menegaskan… Read More
Poin Penting Infobank bersama IBI, AAUI, dan APPI menggelar 8th Green Golf Tournament 2026 yang… Read More
Poin Penting Green Golf Tournament 2026 menegaskan komitmen Infobank dan industri jasa keuangan untuk berperan… Read More
Poin Penting Kolaborasi budaya–bisnis: Ajang Meet and Greet Miss Japan 2026 jadi momentum networking Indonesia–Jepang,… Read More
Poin Penting LPEI membukukan laba bersih Rp252 miliar pada 2025, naik 8 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting Transaksi ilegal global capai USD158 miliar pada 2025, naik 145 persen. OJK perkuat… Read More