Presiden Republik Korea Lee Jae Myung melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), pada Rabu, 1 April 2026. Foto: BPMI Setpres
Poin Penting
Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Korea Lee Jae Myung di Cheong Wa Dae, Rabu (1/4/2026).
Pertemuan ini merupakan bagian dari kunjungan kenegaraan perdana Prabowo ke Korea Selatan (Korsel) sekaligus momentum memperkuat hubungan strategis kedua negara di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Prabowo menyebut kunjungan tersebut memiliki arti penting dalam mempererat hubungan bilateral yang selama ini telah terjalin erat.
“Bagi saya, kunjungan kenegaraan pertama ini sangat penting. Saya menganggap Korea sebagai sahabat dekat Indonesia dan ingin meningkatkan kerja sama ini,” ujar Prabowo, dalam keterangannya, Rabu, 1 April 2026.
Baca juga: Menaker Imbau Swasta Terapkan WFH, Ikuti Arahan Prabowo
Prabowo menegaskan bahwa hubungan jangka panjang antarnegara tidak lepas dari dinamika, termasuk potensi perbedaan pandangan. Namun, keterbukaan dan kejujuran dinilai menjadi kunci menjaga hubungan tetap konstruktif.
Menurut Prabowo, Indonesia dan Korsel memiliki kesamaan sebagai negara di kawasan Pasifik dengan orientasi ekonomi berbasis perdagangan.
Kedua negara juga dinilai memiliki keunggulan yang saling melengkapi. Korsel unggul dalam sektor industri, sains, dan teknologi, sementara Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah serta pasar domestik yang besar.
“Kita berdua adalah negara di Pasifik. Kita berdua adalah negara perdagangan. Kita membutuhkan hubungan yang baik untuk kesejahteraan ekonomi kedua negara kita, dan mungkin kita memiliki peran yang saling melengkapi,” ungkapnya.
Baca juga: Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon dalam Misi Perdamaian PBB, Ini Pesan Prabowo
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga menyampaikan keinginan untuk meningkatkan hubungan kemitraan strategis khusus menjadi kemitraan yang lebih komprehensif.
Ia mendorong agar para menteri dari kedua negara segera menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama yang telah dibahas.
“Marilah kita meminta para menteri untuk mewujudkan kerja sama pada level yang lebih tinggi,” ujarnya.
Selain kerja sama ekonomi, Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Menurut dia, hubungan bilateral yang kuat menjadi semakin penting sebagai penopang stabilitas di kawasan Indo-Pasifik. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Bank Sinarmas meluncurkan Simas Share dengan konsep menabung sekaligus berdonasi dari bunga tabungan… Read More
Poin Penting BTN mendominasi pasar KPR subsidi dengan pangsa 72 persen hingga Maret 2026, jauh… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menghadirkan fitur call center gratis di Livin’ by Mandiri yang bisa… Read More
Poin Penting IHSG menguat signifikan dengan kenaikan 1,93 persen ke level 7.184 pada 1 April… Read More
Poin Penting Menteri ATR mengusulkan tambahan anggaran Rp672 miliar untuk mendukung program 3 juta rumah.… Read More
Poin Penting Laba Bank QNB Indonesia sebelum pajak Rp50,8 miliar ditopang pertumbuhan kredit 18 persen… Read More