Presiden Prabowo Subianto memberikan ucapan selamat Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Indonesia. (Tangkapan layar YouTube @SekretariatPresiden: Julian)
Poin Penting
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa biaya haji 2026 tetap turun Rp2 juta meskipun harga avtur melonjak akibat situasi global. Pemerintah berkomitmen menjaga keterjangkauan biaya ibadah haji bagi masyarakat, termasuk di tengah kenaikan harga bahan bakar penerbangan.
Dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana, Jakarta, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa penyesuaian biaya haji 2026 tetap berada pada jalur penurunan.
“Kita pastikan bahwa biaya haji 2026, kita turunkan harganya sekitar Rp2 juta, walaupun harga avtur naik,” ujarnya di hadapan sekitar 800 birokrat, dikutip dari Antara, Kamis, 9 April 2026.
Pemerintah dan DPR RI sebelumnya menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026 sebesar Rp87.409.366 per jemaah, lebih rendah Rp2 juta dari ketetapan tahun sebelumnya. Kebijakan ini diambil agar jemaah tidak terbebani kenaikan harga komponen tertentu.
Baca juga: Biaya Haji Berpotensi Melonjak Imbas Tekanan Global, Ini Usulan Maskapai
Dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah memberi arahan jelas: setiap kenaikan biaya haji tidak boleh dialihkan kepada calon jemaah.
Irfan menjelaskan, sebelum pecahnya perang antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat (AS), rata-rata biaya penerbangan per jemaah berada di kisaran Rp33,5 juta. Namun setelah konflik meletus, harga avtur melonjak dan maskapai mengusulkan penyesuaian biaya.
Jika penerbangan tetap menggunakan rute sebelumnya, biaya rata-rata per jemaah diperkirakan naik menjadi Rp46,9 juta atau 39,85 persen. Sementara jika maskapai harus melakukan re-routing untuk menghindari wilayah konflik, biaya bisa mencapai Rp50,8 juta atau naik 51,48 persen.
Baca juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Siapkan Skenario Keselamatan Jemaah Haji Maskapai Garuda Indonesia mengusulkan tambahan biaya sekitar Rp7,9 juta per jemaah. Sementara maskapai asal Arab Saudi, Saudi Airlines, mengajukan kenaikan sebesar 480 dolar AS per jemaah.
Meski usulan kenaikan cukup signifikan, Irfan menegaskan pemerintah tetap mengutamakan arahan presiden.
“Itu adalah komitmen dari Presiden Prabowo yang sudah dimintakan kepada kami dengan tim untuk bisa menindaklanjuti dan menghitung berapa sebenarnya kebutuhan yang diperlukan,” ujarnya.
Pemerintah kini menyiapkan skema pembiayaan agar subsidi dan efisiensi dapat menutup kenaikan komponen tertentu tanpa menaikkan biaya haji 2026 bagi masyarakat. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Bank Amar fokus pada UMKM untuk memperluas akses pembiayaan digital dan mendorong pertumbuhan… Read More
Poin Penting IHSG melemah tipis 0,15% ke level 7.268,03 pada penutupan sesi I perdagangan (9/4).… Read More
Oleh Paul Sutaryono PADA 25 Maret 2026, Mahkamah Agung telah resmi melantik Friderica Widyasari Dewi… Read More
Poin Penting Askrindo menjalin kerja sama dengan Pemkab Bone untuk penjaminan suretyship dan asuransi umum… Read More
Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More
Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More