”Tahun ini masih 6,3 persen, tahun ini diharapkan mencapai 7 persen, dan tahun 2021 mencapai 15 persen,” jelas Galih.
Dari posisi aset, lanjut Galih, perseroan akan memiliki lima hotel dan lima bangunan komersial. Lima hotel bernilai sekitar Rp700 miliar dan lima bangunan komersial sekitar Rp1 triliun sehingga Direktorat hospitality memiliki aset senilai sekitar Rp2 triliun.
Baca juga: PPRO Bagi Dividen Rp73 Miliar dari Laba 2016
Sepanjang 2016, kinerja PP Properti sangat tampil ciamik dengan membukukan kinerja laba bersih sebesar 20 persen (yoy) menjadi Rp365 miliar, sedangkan pendapatan sebesar Rp2,15 triliun. Tingkat pemasaran (presales) perseroan mencapai Rp2,49 triliun, atau naik 25 persen dari perolehan di 2015.
Aset perseroan pada 2016 tercatat sebesar Rp8,83 triliun, sedangkan ekuitas meningkat menjadi Rp2,97 triliun. Keleluasaan berekspansi juga ditopang oleh rasio lancar di level 1,86 kali. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More
Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More
Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More
Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More
Poin Penting Konflik Timteng memicu risiko gangguan infrastruktur digital global, termasuk data center dan jaringan… Read More
Poin Penting Kebocoran data masih terjadi karena penggunaan banyak tools keamanan yang tidak terintegrasi (silo),… Read More