Perbankan dan Keuangan

PPN Naik jadi 12 Persen, Begini Pengaruhnya pada Tren Tabungan di Bawah Rp100 Juta

Jakarta – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, segmen tabungan masyarakat di bawah Rp100 juta berpotensi sulit tumbuh di tengah kebijakan kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai atau PPN menjadi 12 persen pada 2025.

“Daya beli dicurigai menurun, kebijakan kenaikan pajak tidak terlalu akurat. Tapi saya nggak tahu, mungkin memang pemerintah lagi butuh uang untuk menambal anggarannya, mungkin juga bagus kalau uangnya langsung dipakai untuk program yang berguna untuk masyarakat juga,” ujar Purbaya di kantornya, Selasa, 17 Desember 2024.

Purbaya menjelaskan bahwa saat dana masyarakat masuk ke pemerintah, butuh waktu hingga dana tersebut kembali ke sistem ekonomi melalui belanja.

Baca juga: 19 BPR Gagal, Segini Anggaran yang Disiapkan LPS buat Jaga Ketenangan Nasabah
Baca juga: Tok! Pemerintah Resmi Naikkan Tarif PPN jadi 12 Persen Mulai 1 Januari 2025

Ia mencontohkan, jika dana baru dibelanjakan empat bulan kemudian, dampaknya pada ekonomi akan tertunda.

“Nah, let’s say empat bulan di pemerintah sebelum dibelanjakan, dampaknya kan terlambat empat bulan atau lebih, kan? Ya itu, paling nggak dalam jangka panjang akan memengaruhi tren tabungan,” terangnya.

“Dalam keadaan sekarang, tanpa itu pun sudah cenderung menurun, saya pikir, kalau lihat dari survei LPS. Jadi kelihatannya akan sulit untuk naik,” paparnya lagi.

Baca juga: LPS Pastikan Stabilitas Industri Perbankan dan Asuransi Terjaga

Meski begitu, Purbaya menegaskan bahwa tabungan masyarakat tidak akan langsung merosot akibat kenaikan tarif PPN. Namun, potensi pertumbuhan tabungan secara signifikan memang menjadi lebih sulit.

“Belum, nggak anjlok, tapi saya melihat sulit untuk naik kencang,” imbuhnya.

Di sisi lain, untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan, LPS masih memperkirakan pertumbuhan akan berada di kisaran 6-7 persen. Hingga saat ini, LPS belum melihat dampak signifikan dari kebijakan tersebut terhadap ekonomi maupun DPK.

“DPK kita prediksi 6-7 persen, sampai sekarang belum kita ubah. Tapi tentunya kan itu akan adaptif tergantung perkembangan dari waktu ke waktu,” tandasnya.

Baca juga: Catat! Ini Daftar Barang dan Jasa Bebas PPN
Baca juga: PPN Naik 12 Persen di 2025, Pemerintah Berikan Diskon Listrik 50 Persen 

Ia menambahkan, dampak kebijakan kenaikan tarif pajak terhadap tabungan dan DPK tidak akan terasa dalam jangka pendek, selama dana pemerintah digunakan secara efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Seandainya ada pun, mungkin saya bilang tadi, jangka pendek dalam setahun mungkin bisa nggak kelihatan kalau uangnya dibelanjakan dengan baik dan kita berhasil membalik arah pertumbuhan ekonomi,” jelas Purbaya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Laba BNI Tumbuh 3,45 Persen Jadi Rp1,68 Triliun di Januari 2026

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More

2 mins ago

5 Strategi Penting Perusahaan Asuransi Syariah Pasca Spin Off

Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More

31 mins ago

Kemenkeu Klaim Kesepakatan Pajak Digital dengan AS Tak Ganggu PPN PSME

Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More

1 hour ago

Mendes Minta Setop Izin Baru Alfamart-Indomaret di Desa, Ini Alasannya

Poin Penting Mendes mengusulkan penghentian izin baru minimarket di desa untuk melindungi usaha rakyat dan… Read More

1 hour ago

Pengiriman 8.000 TNI ke Gaza Dinilai Berisiko Bebani APBN, Celios Rekomendasikan Hal Ini

Poin Penting Celios menilai rencana pengiriman 8.000 pasukan RI ke Gaza berisiko mempersempit ruang fiskal… Read More

1 hour ago

Dorong Ekonomi Sirkular, ALVAboard dan Rekosistem Kerja Sama Kelola Sampah Kemasan

Poin Penting ALVAboard dan Rekosistem bekerja sama membangun sistem pengelolaan sampah kemasan terintegrasi untuk mendukung… Read More

2 hours ago