Jakarta – Pemerintah mulai menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro untuk menekan penularan Covid-19. Selain menekan penularan, penerapan PPKM Mikro ternyata juga membawa manfaat lain yaitu, meningkatkan akurasi data.
Pernyataan tersebut diucapkan oleh Wiku Adisasmito, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19. Menurutnya, pemberlakukan PPKM Mikro mampu memperbaiki data dan meningkatkan akurasi data penanganan Covid-19 karena posko daerah mampu mendata perkembangan kasus hingga tingkat terkecil, seperti RT/RW.
“Dengan PPKM Mikro, pendataan kasus Covid-19 akan semakin bagus karena posko daerah bisa mendata dengan detil sampai ke RT/RW. Maka, penanganan Covid pun akan semakin tepat dan semakin spesifik,” ujar Wiku pada gelar wicara virtual yang disiarkan melalui kanal YouTube Lawan Covid19 ID.
Lebih lanjut, Wiku mengungkapkan bahwa PPKM bukan hal baru bagi setiap Provinsi dan masyarakat. Beberapa Provinsi sudah pernah menerapkan PPKM Mikro versi daerah masing-masing.
“PPKM ini bukan sebuah hal yang baru. Di Jawa tengah ada Jogo Tonggo, Di Jawa Timur dan DKI Jakarta ada Kampung Tangguh, di Bali ada Desa Adat. Jadi, sejak tahun lalu PPKM Mikro ini sudah sering dilaksanakan,” ucapnya. (*) Evan Yulian Philaret
Poin Penting Tujuh pejabat baru OJK resmi dilantik untuk periode 2026-2031. BEI menyambut positif dan… Read More
Poin Penting IHSG naik 2,75% ke level 7.302 pada 25 Maret 2026, didorong respons pasar… Read More
Poin Penting Pelantikan pejabat baru OJK disambut positif oleh regulator dan pelaku industri keuangan. BI… Read More
Poin Penting OJK mendukung penempatan dana pemerintah Rp100 triliun karena membantu likuiditas perbankan dan menekan… Read More
Poin Penting Konsumsi Pertamax meningkat 11,8% pada H-1 Lebaran 2026 seiring lonjakan mobilitas mudik. BBM… Read More
Poin Penting Pemerintah berencana memperpanjang batas pelaporan SPT Tahunan WP orang pribadi hingga akhir April… Read More