Jakarta – Pemerintah mulai menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro untuk menekan penularan Covid-19. Selain menekan penularan, penerapan PPKM Mikro ternyata juga membawa manfaat lain yaitu, meningkatkan akurasi data.
Pernyataan tersebut diucapkan oleh Wiku Adisasmito, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19. Menurutnya, pemberlakukan PPKM Mikro mampu memperbaiki data dan meningkatkan akurasi data penanganan Covid-19 karena posko daerah mampu mendata perkembangan kasus hingga tingkat terkecil, seperti RT/RW.
“Dengan PPKM Mikro, pendataan kasus Covid-19 akan semakin bagus karena posko daerah bisa mendata dengan detil sampai ke RT/RW. Maka, penanganan Covid pun akan semakin tepat dan semakin spesifik,” ujar Wiku pada gelar wicara virtual yang disiarkan melalui kanal YouTube Lawan Covid19 ID.
Lebih lanjut, Wiku mengungkapkan bahwa PPKM bukan hal baru bagi setiap Provinsi dan masyarakat. Beberapa Provinsi sudah pernah menerapkan PPKM Mikro versi daerah masing-masing.
“PPKM ini bukan sebuah hal yang baru. Di Jawa tengah ada Jogo Tonggo, Di Jawa Timur dan DKI Jakarta ada Kampung Tangguh, di Bali ada Desa Adat. Jadi, sejak tahun lalu PPKM Mikro ini sudah sering dilaksanakan,” ucapnya. (*) Evan Yulian Philaret
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More