Keuangan

PPATK Bongkar Bandar Judi Online Simpan Dana Puluhan Miliar di Dompet Digital

Jakarta – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap, modus transaksi para bandar judi online menggunakan dompet digital yang nilai transaksinya mencapai puluhan miliar rupiah. 

Kepala Biro Humas PPATK Natsir Kongah mengatakan, para bandar judi online tersebut sengaja menampung uang di dompet digital (e-wallet) yang berasal dari para pelaku judi online.

Baca juga: Lingkaran ‘Setan’ Praktik Judi Online dan Pinjol 

Jumlah uang yang berasal dari para pelaku judi online pun beragam. Mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Kemudian, bandar mentransfer uang tersebut kepada agen di luar negeri. Pasalnya, sebagian besar situs judi online berbasis di luar negeri.

“Para bandar ini kemudian mengirimkan dana dengan nominal yang lebih besar hingga puluhan miliar yang diduga dikuasi oleh bandar judi online di luar negeri,” katanya, dalam senuah diskusi yang dikutip Senin, 28 Agustus 2023.

Diakuinya, dalam mendeteksi keberadaan para agen di luar negeri memang tak mudah. Namun, PPATK pernah sesekali menemukan bandar besar judi online di Indonesia. 

“Di mana, para agennya ada di Kamboja yang memang sengaja merekrut orang-orang Indonesia untuk bekerja di sana,” jelasnya.

Baca juga: PPATK Pantau Aliran Jumbo Dana Judi Online di Indonesia

Berdasarkan data pihaknya, nilai transaksi judi online di Tanah Air meningkat tajam sejak beberapa tahun terakhir. Tercatat, pada 2021 nilainya sebesar Rp57 triliun, melonjak menjadi Rp81 triliun pada 2022. 

Diketahui, para pelakunya pun berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari para pekerja, ibu rumah tangga hingga anak-anak.

“Banyak rumah tangga bermasalah karena judi online karena pendapatan tak seberapa yang seharusnya dipakai untuk rumah tangga, malah dipakai untuk judi online,” pungkasnya. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting BRI mencatat laba Rp57,13 triliun pada 2025, turun 5,26 persen yoy, sementara kredit… Read More

17 mins ago

IHSG Dibuka Hijau, Naik 0,40 Persen ke Level 8.355

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,40 persen ke level 8.355,28 pada pukul 09.00 WIB, dengan… Read More

35 mins ago

IHSG Berpeluang Menguat, Analis Rekomendasikan Saham ADMR, ANTM, ARCI, dan HRUM

Poin Penting Secara teknikal, IHSG diproyeksikan melanjutkan penguatan ke kisaran 8.440–8.503, namun tetap perlu mewaspadai… Read More

1 hour ago

Menyudahi Kepemimpinannya di INA, Ke Mana Kiprah Ridha Wirakusumah Selanjutnya?

Poin Penting Ridha Wirakusumah resmi menuntaskan masa jabatan sebagai CEO INA pada 15 Februari 2026,… Read More

2 hours ago

Bank Sinarmas Buka Kantor Cabang Prioritas di Kelapa Gading

Poin Penting Bank Sinarmas membuka Kantor Cabang Prioritas di Kelapa Gading untuk memperkuat hubungan dengan… Read More

3 hours ago

Perjanjian Dagang RI-AS: Era Kecemasan Sistem Pembayaran dari “Ayat-ayat Setan”

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group DUNIA tak lagi volatile, tapi sudah… Read More

5 hours ago