KPAI dan PPATK
Jakarta – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan sebanyak 197.054 anak Indonesia yang terlibat judi online. Di mana, sebanyak 191.380 anak berusia 17-19 tahun mendominasi praktik haram satu ini, dengan 2,1 juta aktivitas transaksi menembus Rp282 miliar.
Di susul, sebanyak 4.514 anak usia 11-16 tahun melakukan 45 ribu transaksi judi online dengan nilai Rp7,9 miliar. Dan, sebanyak 1.160 anak berumur kurang dari 11 tahun melakukan 22 ribu transaksi judi online dengan nilai Rp3 miliar.
“Ini kan anak-anak yang sedang sekolah dan menimba ilmu ataupun sedang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan Indonesia,” kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, di Jakarta, 26 Juli 2024.
Baca juga : Hingga Juni 2024, BNI Blokir 214 Rekening Terindikasi Judi Online
Sambungnya, secara keseluruhan terdapat 197.054 anak dari usia kurang dari 11-19 tahun kedapatan melakukan transaksi deposit judi online senilai Rp293,4 miliar dan 2,2 juta transaksi.
Atas kondisi tersebut, pihaknya bersama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan penandatanganan nota kesepahaman sebagai wujud komitmen dan kolaborasi terhadap perlindungan anak dalam konteks kejahatan pencucian uang yang melibatkan anak.
Baca juga : Ini Dia 3 Langkah Bank Mandiri dalam Berantas Judi Online
Ketua KPAI Ai Maryati Solihah mengatakan, Nota Kesepahaman ini dimaksudkan sebagai landasan dan pedoman dalam pelaksanaan kerja sama sesuai dengan tugas, fungsi dan wewenang KPAI dan PPATK.
“Kami berharap dengan kerja sama ini, kita dapat menetapkan upaya atau langkah-langkah pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang yang melibatkan anak yang akan dilakukan oleh KPAI dan PPATK ke depannya,” pungkasnya. (*)
Editor : Galih Pratama
Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga TEPAT 8 Januari 2026 akhirnya pemerintah melakukan konferensi… Read More
Poin Penting OJK menyetujui pencabutan izin usaha pindar Maucash milik Astra secara sukarela, mengakhiri operasional… Read More
Poin Penting OJK membentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital yang efektif sejak 1 Januari 2026 untuk… Read More
Poin Penting Infobank melalui birI memperbaiki perhitungan Loan at Risk (LAR) agar sesuai dengan ketentuan… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kinerja perbankan tetap solid pada 2026, ditopang pertumbuhan kredit, DPK, kualitas… Read More
Oleh Junaedy Gani DARI waktu ke waktu muncul aspirasi tentang keberadaan sebuah Sovereign Wealth Fund… Read More