PTPP Bagi Dividen Rp46,87 Per Saham
Jakarta – PT PP Properti Tbk (PP Properti) akan melakukan right issue. PP Properti incar dana Rp1,5 triliun dengan melepas sebanyak-banyaknya 5 miliar lembar saham.
Bila dihitung infobank, dengan jumlah tersebut kisaran harga right issue kemungkinan sebesar Rp300 per lembar saham.
“Kami membutuhkan Rp1,5 triliun, sementara jumlah lembar saham akan mengikuti saja. Bisa jadi akhirnya nanti hanya 5 miliar lembar saja yang dikeluarkan. Karena permintaan investor tinggi,” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT PP Properti Tbk, Indaryanto di Jakarta, 27 Februari 2017.
Menurut prospektus ringkas yang dirilis perusahaan, sebesar 70% dana rights issue rencananya adalah untuk investasi pengembangan usaha atau sekitar Rp1,05 triliun, 20% untuk modal kerja atau sekitar Rp300 miliar, dan 10% untuk pembayaran sebagian besar utang atau sekitar Rp150 miliar.
Dana segar ini akan membuat PP Properti mampu melakukan ekspansi dan mempertahankan tingkat pertumbuhannya ke depan.
Perusahaan telah mencatat pertumbuhan pendapatan sampai dengan 42,8% menjadi Rp2,1 triliun pada 2016. Laba bersih meningkat 22% menjadi Rp365,4 miliar pada 2016 di tengah lemahnya industri properti Indonesia.
PP Properti juga berhasil mencatat marketing sales sebesar Rp2,5 triliun, naik 25% lebih tinggi daripada rata-rata industri. Tahun ini PP Properti telah menargetkan marketing sales akan naik 45% menjadi Rp3,5 triliun.
“Pada saat ini PP Properti sudah diminati oleh banyak investor, termasuk investor asing. Ini saya dapat ketika kami melakukan roadshow–roadshow,” tambah Indaryanto.
Sebelumnya BNI Securities pada 22 November 2016 telah menerbitkan riset terkait PP Properti. Analis BNI Securities, Maxi Liesyaputra, mengungkapkan dalam riset tersebut memberikan rekomendasi HOLD dengan harga target Rp1.420 sebelum stock split atau Rp355 per saham setelah stock split.
“Katalis positif untuk PP Properti adalah strategi PP Properti yang fokus pada konsumen di segment menengah dan lokasi di area yang padat penduduk,” kata Maxi dalam risetnya. (*)
Poin Penting DPR meminta pemerintah memprioritaskan keselamatan WNI di Iran, menyusul eskalasi demonstrasi besar akibat… Read More
Poin Penting OJK menilai praktik jual beli kendaraan STNK only mengancam industri multifinance, karena melemahkan… Read More
Poin Penting Dirut BTN Nixon LP Napitupulu dinobatkan sebagai Bankers of The Year 2025 oleh… Read More
Poin Penting Spin off UUS menjadi BUS merupakan kewajiban sesuai POJK No. 12/2023 bagi UUS… Read More
Poin Penting Perdagangan internasional menghadapi tantangan besar, mulai dari volatilitas geopolitik, perubahan kebijakan global, hingga… Read More
Poin Penting Peningkatan belanja pemerintah, khususnya untuk program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), dinilai… Read More