Categories: Keuangan

Potensi Industri Insurtech Indonesia Masih Besar

Jakarta – Per Juni 2021, Otoritas Jasa Keuangan mencatat penetrasi asuransi di Indonesia mencapai 3,11%. Artinya, masih ada 96,89% masyarakat yang membutuhkan asuransi. Menanggapi hal ini, Pengamat Asuransi, Azuarini Diah P. mengungkapkan bahwa potensi asuransi, terutama insurtech atau insurance technology semakin meningkat di masa digital.

“Potensi pasar Indonesia masih luas dari sisi digital di mana ada data 338 juta penggunaan telepon seluler yang aktif serta penetrasi asuransi yang masih rendah,” tulis Rini ketika dihubungi Infobanknews melalui pesan singkatnya di Jakarta.

Rini mengungkapkan, selain jumlah pasar yang tinggi, insurtech menawarkan kemudahan bagi nasabah dalam membeli asuransi dan mengajukan klaim. Situasi pandemi juga mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi. Ia pun optimis produk-produk asuransi seperti insurtech akan semakin diminasti di masa mendatang.

Berdasarkan data resmi OJK, premi industri asuransi pada Juli 2021 juga mengalami peningkatan 6,33% secara tahunan atau naik sebesar Rp9,86 triliun. Adapun premi ini terdiri dari jumlah premi asuransi jiwa mencapai Rp107,61 triliun, premi asuransi umum dan reasuransi sebesar Rp58,06 triliun. (*)

 

Editor: Rezkiana Np

Evan Yulian

Recent Posts

GoPay Kini Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BRI dan Bank BJB, Ini Caranya

Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More

9 hours ago

Animo Tinggi, BRI Kanwil Jakarta II Tambah Kuota Mudik Gratis jadi 2.750 Pemudik

Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More

9 hours ago

Proteksi Pemudik 2026, BRI Life Andalkan Produk Asuransi Digital MODI

Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More

9 hours ago

Adira Finance Lepas 300 Pemudik ke Solo dan Yogyakarta, Dapat Cek Kesehatan dan Asuransi

Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More

10 hours ago

BI Borong SBN Rp86,16 Triliun hingga Maret 2026, Buat Apa?

Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More

11 hours ago

BI Tegaskan Beli Tunai Dolar AS Tak Dibatasi, Ini Aturan Barunya

Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More

11 hours ago