Surabaya – Bank Indonesia (BI) melihat, potensi industri halal dan keuangan syariah global pada tahun 2021 diperkirakan dapat mencapai US$6,38 triliun. Oleh sebab itu, Indonesia harus bisa memanfaatkan prospek dan potensi dari ekonomi dan keuangan syariah tersebut.
Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi mengatakan, dalam kancah global, meskipun Indonesia telah berhasil menduduki peringkat ke-10 sebagai player dalam industri keuangan syariah global, namun secara umum posisi Indonesia lebih merupakan pasar bagi produk halal terbesar.
Menurutnya, pada 2015 lalu, volume pasar makanan halal di Indonesia, yang merupakan pasar utama produk halal domestik, dan juga merupakan peringkat pertama dalam pasar global, telah mencapai US$160 miliar. Hal ini menunjukan, bahwa potensi ekonomi syariah sangatlah besar.
“Kondisi tadi menunjukkan betapa kuatnya potensi Indonesia dalam pasar produk halal. Ini juga sejalan akan mulai diimplementasikannya UU No. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal pada tahun 2019,” ujar Rosmaya di Surabaya, Selasa, 7 November 2017.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, bahwa kondisi tersebut tentu menjadi salah satu permasalahan utama yang harus diatasi guna mewujudkan perekonomian yang tumbuh berkualitas dan berkesinambungan.
Dirinya meyakini, dengan ekonomi dan keuangan syariah yang diperkuat dengan kebijakan dan perangkat instrumen yang dapat mendukung distribusi sumber daya dan kesempatan, serta dapat mengoptimalkan investasi yang berdaya guna.
“Dan mendorong partisipasi sosial untuk kepentingan publik, menjadi jawaban yang tepat,” ucapnya. (*)
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More