Headline

Posisi Strategis Sekretaris Perusahaan di BUMN

Jakarta–Pembahasan soal pergantian jajaran direksi di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selalu menarik untuk dibicarakan. Sebut saja soal pengisi posisi direktur utama PT Pertamina (Persero), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Bahkan tidak sedikit media cetak maupun elektronik, terutama yang berbasis daring membuat proyeksi atau analisa nama yang sebetulnya tidak masuk radar pencalonan pemegang saham.

Namun yang menarik dari soal tersebut, berdasarkan catatan Infobank ternyata banyak jajaran direksi perusahaan BUMN memiliki rekam jejak karir dari posisi sekretaris perusahaan (corporate Secretary).

Bahkan di antaranya ada pula beberapa Direktur Utama perusahaan BUMN, sebelumnya pernah menjabat sebagai corporate secretary. Contohnya Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang baru terpilih, Suprajarto. (Bersambung ke halaman berikutnya)

Page: 1 2 3

Dwitya Putra

Recent Posts

Purbaya Ungkap Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Sempat Lolos Meski Ditolak

Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More

9 mins ago

Tak Perlu Ribet Tukar Uang, Belanja di Korea Selatan Kini Cukup Scan QR Livin’ by Mandiri

Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More

40 mins ago

Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi RI 2026 ke 4,7 Persen, Purbaya: Mereka Salah Hitung

Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More

40 mins ago

GrabX 2026

Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More

44 mins ago

Hasil Investigasi PBB: TNI Tewas di Lebanon Akibat Peluru Tank Israel

Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More

1 hour ago

BI Catat DPK Valas Bank Capai Rp1.367,2 Triliun per Februari 2026

Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More

1 hour ago