Keuangan

Portofolio Pembiayaan EV Adira Finance Didominasi Mobil Listrik

Poin Penting

  • Pembiayaan mobil listrik di Adira Finance jauh lebih besar dibandingkan motor listrik.
  • Porsi motor listrik belum mencapai 5 persen dari total portofolio kendaraan listrik, seiring volume pasar yang masih kecil.
  • Selain daya beli, peralihan konsumen ke sepeda listrik dan efek subsidi yang tak berkelanjutan membuat pasar motor listrik sulit berkembang dalam waktu dekat.

Jakarta – Pembiayaan kendaraan listrik di PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) menunjukkan ketimpangan yang cukup tajam antara mobil dan motor listrik.

Di tengah dorongan elektrifikasi kendaraan, kontribusi motor listrik terhadap total portofolio perusahaan ternyata masih sangat minim.

Direktur Penjualan, Pelayanan & Distribusi Adira Finance, Niko Kurniawan, mengungkapkan bahwa pembiayaan mobil listrik jauh lebih besar dibandingkan motor listrik.

“Jauh lebih besar mobil,” ujarnya dalam acara Media Gathering di Jakarta, Kamis (12/2).

Baca juga: Siasat Adira Finance Antisipasi Kenaikan NPF Pasca Lebaran

Ia bahkan menyebut kontribusi motor listrik belum menyentuh 5 persen dari total portofolio kendaraan listrik di Adira.

“Motor itu nggak sampai 5 persen. Karena market-nya juga kecil,” kata Niko.

Menurutnya, dominasi mobil listrik tidak lepas dari karakteristik pembiayaan yang bernilai lebih besar dan bertenor lebih panjang. Harga mobil yang lebih tinggi membuat nilai pembiayaan dan outstanding otomatis lebih besar dibandingkan motor.

Di sisi lain, penjualan motor listrik memang belum signifikan. Niko mengakui volume pasar roda dua listrik masih terbatas.

Pemberian subsidi pemerintah sebesar Rp7 juta per unit sebelumnya sempat mendorong minat, namun efeknya dinilai belum cukup kuat untuk membentuk pasar yang berkelanjutan.

“Yang dulu ada subsidi motor listrik, banyak masyarakat yang ambil cash,” kata Niko.

Baca juga: Adira Finance Siap Genjot Pembiayaan Multiguna di Momen Ramadan

Ia juga menyoroti perubahan perilaku konsumen yang ikut menekan pasar motor, termasuk motor listrik. Di kawasan permukiman dan pedesaan, masyarakat kini lebih banyak beralih ke sepeda listrik untuk mobilitas jarak pendek.

Kondisi tersebut membuat pasar motor, termasuk motor listrik, dinilai sulit berkembang dalam waktu dekat. Selain persoalan daya beli, keberadaan sepeda listrik menjadi kompetitor baru yang tidak bisa diabaikan.

“Jadi motor-motor itu market-nya juga nggak bisa ke mana-mana. Selain daya beli, orang juga lebih minat ke sepeda listrik,” imbuh Niko. (*) Alfi Salima Puteri

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Allianz Syariah Luncurkan AlliSya CI Hasanah

Allianz Syariah menegaskan komitmennya untu kterus menghadirkan solusi proteksi yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan… Read More

32 mins ago

Kopra by Mandiri Permudah Pengelolaan DHE SDA, Kini Bisa Dipantau Real-Time

Poin Penting Bank Mandiri menghadirkan fitur DHE Tracker di Kopra by Mandiri untuk membantu eksportir… Read More

2 hours ago

Pelaporan SPT 2025 Tembus 6 Juta, Ini Rincian Data dari DJP

Poin Penting Pelaporan SPT Tahunan 2025 mencapai 6.002.570 hingga 5 Maret 2026 pukul 08.00 WIB.… Read More

3 hours ago

Ini Kata Pemerintah soal Stok Pangan, BBM, dan LPG Jelang Lebaran

Poin Penting Pemerintah menjamin stok jelang Lebaran untuk pangan, BBM, dan LPG dalam kondisi aman… Read More

4 hours ago

IHSG Ditutup Menguat 1,76 Persen ke Level 7.710, Mayoritas Sektor Hijau

Poin Penting IHSG ditutup menguat 1,76% ke level 7.710,53 pada perdagangan 5 Maret 2026. Mayoritas… Read More

4 hours ago

Daftar ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu Terdekat untuk THR Lebaran 2026

Poin Penting Pencarian ATM pecahan Rp10 ribu dan Rp20 ribu terdekat meningkat jelang Lebaran 2026… Read More

4 hours ago