Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memastikan, rubuhnya gedung dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terjadi hari ini (15/1) bukan disebabkan oleh bahan peledak seperti bom.
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Gedung BEI, Jakarta, Senin, 15 Januari 2018 mengatakan, bahwa terkait dengan rubuhnya gedung dalam BEI sejauh ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihaknya.
“Tower 2 lantai 1 runtuh. Sampai saat ini bukan karena bahan peledak atau bom. Kita masih dalam penyelidikan, ujarnya.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, korban luka-luka yang tertimpa reruntuhan puing-puing gedung BEI langsung dibawa ke Rumah Sakit terdekat seperti RS Pertamina dan Siloam.
“Korban masih dalam perawatan. Nanti kita sampaikan lagi,” ucapnya.
Di tempat yang sama Pengelola Gedung BEI, Farida menambahkan, pihaknya belum bisa menyampaikan lebih detail penyebab terkait dengan runtuhnya gedung dalam BEI. Saat ini, kata dia, kejadian ini masih dalam tahap penyelidikan.
“Kita sangat menyayangkan, tiba-tiba runtuh sampai saat ini kita belum bisa menyampaikan data lengkap penyebab dan korbannya berapa,” tutupnya. (*)
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More