Market Update

Pollux Hotels Group Resmi Catatkan Obligasi Keberlanjutan Rp500 Miliar

Poin Penting

  • POLI resmi mencatatkan Obligasi Terkait Keberlanjutan I senilai Rp500 miliar, terdiri dari Seri A (Rp55 miliar, tenor 3 tahun, bunga 5,85 persen) dan Seri B (Rp445 miliar, tenor 5 tahun, bunga 6,25 persen).
  • Sebanyak 90 persen dana digunakan untuk pelunasan kredit investasi, sementara 10 persen untuk inisiatif ESG seperti pemasangan solar cell, optimasi energi, dan pengurangan emisi karbon.
  • Obligasi ini dijamin penuh oleh CGIF di bawah ADB dan memperoleh rating idAAAcg dari Pefindo, menjadi obligasi keberlanjutan pertama di Indonesia dari perusahaan properti.

Jakarta – PT Pollux Hotels Group Tbk (POLI) resmi mencatatkan penawaran umum obligasi terkait keberlanjutan I Pollux Hotels Group senilai Rp500 miliar di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (11/12).

Secara rinci, struktur obligasi itu terdiri dua seri, yaitu Seri A dengan jumlah total sebesar Rp55 miliar, tenor 3 tahun dan tingkat bunga 5,85 persen per tahun.

Lalu, Seri B dengan jumlah total sebesar Rp445 miliar, serta tenor 5 tahun dan tingkat bunga 6,25 persen per tahun yang mendapat respons positif selama masa penawaran.

Baca juga: Resmi Masuk Pasar Repo, Transaksi Berbasis Obligasi SMF Tembus Rp299 Miliar dalam 10 Hari

Direktur Utama POLI, Handojo Setyadi, mengatakan dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk pelunasan kredit investasi dan peningkatan modal kerja, termasuk inisiatif ESG seperti solar cell dan peningkatan recovered water.

“Kami fokus kepada efisiensi energi melalui optimasi sistem kelistrikan dan sistem pendingin di properti-properti kami, pengurangan emisi karbon yang dihasilkan dari operasional hotel, mal, dan properti kami lainnya,” ucap Handojo dalam sambutannya di Jakarta, 11 Desember 2025.

Handojo menjelaskan, porsi dana obligasi yang akan digunakan untuk pengurangan emisi karbon dalam bentuk pemasangan panel surya sekitar 10 persen dan mayoritas dana sebesar 90 persen untuk pelunasan kredit investasi.

Dalam rangka pengurangan emisi karbon, pada periode 2025–2029, perseroan juga berencana memasang solar cell dengan total kapasitas 40 kWp, yang diproyeksikan dapat mengurangi emisi karbon hingga sekitar 184.320 kgCO₂e.

POLI juga meningkatkan efisiensi energi melalui optimasi sistem pendingin untuk menurunkan konsumsi listrik dari sumber konvensional secara signifikan.

Selain itu, POLI menargetkan pengurangan tingkat kebocoran air hingga 100 persen pada 2029.

Baca juga: Obligasi SMF Underlying Repo BI, Benarkah Jadi “Jalan Baru” Atasi Likuiditas Perbankan?

Dijamin Penuh CGIF

Seluruh nilai obligasi ini mendapatkan penjaminan penuh, tanpa syarat, dan tidak dapat dibatalkan dari Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF), Lembaga Dana Perwalian di bawah Asian Development Bank (ADB).

Obligasi ini merupakan Obligasi Terkait Keberlanjutan pertama di Indonesia dari perusahaan pengembang properti dengan rating idAAAcg (triple A, Corporate Guarantee) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), mencerminkan kualitas kredit tertinggi dengan dukungan jaminan CGIF. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Kemenkop Luruskan Isu Bentrokan Desa yang Dikaitkan Kopdes Merah Putih

Poin Penting Kementerian Koperasi Republik Indonesia menegaskan pembangunan Kopdes Merah Putih hanya di lahan bebas… Read More

45 mins ago

Bukti Potong PPh 21 Pensiun Kini Bisa Diunduh Online, Ini Cara Aksesnya

Poin Penting Bukti potong PPh 21 pensiun kini dapat diunduh secara daring melalui layanan TOOS… Read More

1 hour ago

Hasan Fawzi Kini Resmi Jabat Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK

Poin Penting Hasan Fawzi mengucapkan sumpah jabatan sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Kepala Eksekutif… Read More

2 hours ago

Sah! Friderica Widyasari Dewi Resmi Jadi Ketua OJK Periode 2026-2031

Poin Penting Mahkamah Agung Republik Indonesia resmi melantik Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner… Read More

2 hours ago

MA Lantik 7 Dewan Komisioner OJK Periode 2026-2031, Ini Daftar Lengkapnya

Poin Penting Mahkamah Agung RI melantik tujuh Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031 di Jakarta pada… Read More

2 hours ago

DJP Catat 8,8 Juta SPT Tahunan Masuk per 24 Maret, Aktivasi Coretax Tembus 16,7 Juta

Poin Penting Pelaporan SPT Tahunan mencapai 8,8 juta hingga 24 Maret 2026, dengan aktivasi Coretax… Read More

3 hours ago