Music

Politikus hingga Ormas Tolak Coldplay, Bagaimana Nasib Konser di RI?

Jakarta – Menteri Pembangunan Pemerintah Lokal Malaysia David Nga Kor Ming mengaku geram terhadap seorang politikus Partai Islam Se-Malaysia (PAS) Nasrudin Hassan lantaran mendesak pemerintah membatalkan konser grup band Coldplay.

“Apabila mereka tidak suka Coldplay, sederhana saja tidak usah membeli tiket konser mereka. Itu saja, tetapi jangan halangi penggemar Copldplay untuk menonton konser mereka, “ tegas Nga, melansir laman Free Malaysia Today, seperti dikutip Infobanknews, Rabu (17/5/2023).

Menurutnya, konser grup band yang digawangi vocalist Chris Martin itu bukan semata masalah penampilan saja akan tetapi dapat menumbuhkan nilai ekonomi.

“Konser Coldplay juga sesuai dengan aspirasi pemerintah untuk menjadikan Kuala Lumpur menjadi kota metropolitan yang diramaikan dengan acara-acara hiburan,” tegasnya. 

Diketahui, Nasrudin sendiri gencar mendesak pemerintah Malaysia untuk membatalkan konser Coldplay pada November lalu dengan berbagai alasan. Hal tersebut dijelaskan dirinya dalam jejaring sosial Facebook.

Dalam unggahannya, dirinya melampirkan tangkapan layar twit dari akun @ColdplayOnStage. Dalam twit tersebut, terlihat sejumlah foto vocalis Coldplay Chris Martin mengibarkan bendera LGBT pada saat konser di London, Inggris.

“Apakah pemerintah mau menyuburkan hedonisme dan budaya menyimpang di negara ini,” tulisnya, dilansir New Straits Time.

PA 212 Tolak Konser Coldplay

Rupanya, aksi penolakan konser Coldplay juga terjadi di Indonesia. Adalah Alumni Persaudaraan (PA) 212 menyerukan penolakan konser yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), pada 15 November 2023 mendatang.

“Kami mengimbau panitian dan promotor membatalkan niatnya untuk mendatangkan Coldplay. Kalau masih nekat, maka kita akan menggelar aksi besar-besaran dengan memblokir lokasi atau kita akan kepung bandara,” kata Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin, dikutip Rabu (17/5/2023).

Menurutnya, alasan penolakan ini karena Chris martin cs diduga merupakan kelompok yang mendukung kampanye Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) serta penganut paham atheis.

“Kalau mereka sampai jadi menggelar konser, itu artinya kita mendukung mereka mengkampanyekan LGBT dan atheis yang sangat bertentangan dengan nilai agama dan Pancasila,” tegasnya.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando mengatakan, sikap penolakan yang digaungkan oleh PA 212 bisa mencoreng nama baik Indonesia di dunia internasional.

“Ini juga akan menghancurkan mimpi anak-anak muda Indonesia yang sudah menunggu kedatangan Coldplay selama bertahun-tahun,” ungkapnya di akun resmi @psi_id, dikutip Rabu (17/5/2023).

Sebelumnya, kata Ade, PA 212 juga menjadi pihak yang menolak kedatangan timnas Israel di Piala Dunia U-20 yang digelar di Indonesia. Akibat situasi yang tengah “memanas” kala itu, pada akhirnya FIFA membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah.

“Negara tidak boleh tunduk sama ancaman dari manapun. Tindakan tegas harus diambil biar ada efek jera,” tulis akun @ryanhartomo di kolom komentar.

“Manfaat 212 itu apa sih buat bangsa dan negara? Kontribusi juga gak ada untuk negara ini. Cuma bikin rusuh aja,” tambah akun @deskamtoro dengan emote marah.

Sementara, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mendukung penyelenggaraan konser band asal Inggris ini karena dapat meningkatkan kepercayaan dunia bahwa Jakarta merupakan destinasi MICE terbaik di Asia.

“Penyelenggaraan konser diharapkan tidak hanya berdampak pada terhadap peningkatan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja tapi juga promosi pariwisata Indonesia khususnya Jakarta sebagai destinasi MICE (meeting, incentive, conference, exhibition) di Asia,” katanya dalam laman resmi kemenparekraf, dikutip Rabu (17/5/2023).

Pihaknya siap mendukung konser Coldplay dan akan terus berkoordinasi dengan pihak penyelenggara untuk memastikan perencanaan konser dapat berjalan dengan baik.(*)

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

42 mins ago

Konflik AS-Iran Tekan Biaya Logistik, ALFI Minta Regulasi KBLI Dievaluasi

Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More

1 hour ago

Bos BTN Laporkan Penurunan NPL Konstruksi di Bawah 10 Persen

Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More

2 hours ago

IHSG Berbalik Ditutup Menguat 0,39 Persen, Mayoritas Sektor Hijau

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More

2 hours ago

Purbaya Ungkap Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Sempat Lolos Meski Ditolak

Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More

3 hours ago

Tak Perlu Ribet Tukar Uang, Belanja di Korea Selatan Kini Cukup Scan QR Livin’ by Mandiri

Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More

3 hours ago