Jakarta – IFG Life secara resmi mulai menerima pengalihan polis Jiwasraya yang telah di restrukturisasi. Hal ini ditandai dengan penyerahan polis secara simbolis kepada sejumlah nasabah korporasi dan ritel eks Jiwasraya, serta pembayaran klaim untuk nasabah bancassurance dengan produk Mantap Plus Plan C.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan, penyerahan simbolis ini merupakan bukti nyata kesungguhan pemerintah dalam penyelamatan nasabah Jiwasraya.
“Kami berharap para pemegang polis akhirnha bisa bernafaa lega dengan adanya kejelasan dari akhir proses restrukturisasi yang sudah dilakukan selama dua tahun ini,” katanya, Rabu, 22 Desember 2021.
Ia menambahkan, selain menjadi pengelamar Jiwasraya, ke depannya IFG diharapkan mampu bersaing di segmen asuransi jiwa dan memberikan proteksi maksimal bagi masyarakat.
Direktur Utama IFG Life, Harjanto Tanuwidjaja mengungkapkan, IFG Life telah merampungkan pembayaran klaim kepada 8.774 nasabah yang dimulai sejak 20 Desember 2021. Adapun Sebanyak 300 ribu pemegang polis asuransi Jiwasraya dalam proses transfer atau dialihkan ke IFG Life.
“Kami akan memulai pembayaran polis produk lainnya khususnya untuk anuitas, dimana yang terlibatnya adalah para pensiunan,” ujar Harjanto.
Sementara, Ketua Tim Project Management Officer (PMO) Restrukturisasi Jiwasraya, yang juga Wakil Direktur Utama IFG, Hexana Tri Sasongko mengatakan, program restrukturisasi sudah mencapai tahap akhir yang ditandai dengan kejelasan status dan proses pembayaran klaim nasabah eks Jiwasraya.
“Tim percepatan restrukturisasi memastikan bahwa semua nasabah eks Jiwasraya yang sudah dialihkan akan mendapatkan pelayanan optimal sesuai dengan ketentuan dalam polis masing-masing,” ungkapnya. (*) Bagus Kasanjanu
Poin Penting Komisi XI DPR akan menggelar fit and proper test calon DK OJK pada… Read More
Poin Penting Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek pengadaan bibit nanas… Read More
Poin Penting IHSG tertekan akibat sentimen geopolitik global dan penurunan outlook Indonesia oleh Moody’s dan… Read More
Poin Penting Momentum Imlek dan Ramadan mendorong peningkatan minat masyarakat membeli properti Bank Woori Saudara… Read More
Poin Penting Investor asing mencatat net foreign buy Rp749,85 miliar pada perdagangan 9 Maret 2026,… Read More
Poin Penting Muhammadiyah menetapkan kripto mubah sebagai aset investasi, tetapi haram digunakan sebagai alat pembayaran.… Read More