Poin Penting
Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperkuat perannya sebagai katalisator kemandirian ekonomi, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah lewat pembiayaan ultra mikro.
Dalam satu dekade terakhir, anggota Holding BUMN Ultra Mikro (UMi) ini sudah menjangkau 16,1 juta aktif nasabah lewat program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) yang dimulai sejak 2016 lalu.
Belasan juta nasabah itu tersebar hingga ke pelosok-pelosok Indonesia. PNM kini sudah hadir di 60.260 desa atau kelurahan di seluruh Indonesia.
“Sepuluh tahun yang lalu, di awal 2016, kami memulai program PNM dengan cita-cita sederhana, mentransformasi gerakan dari harapan menjadi kemandirian. Syukur kalau setelah mandiri mereka bisa mentas dan naik kelas,” ungkap Arief Mulyadi, Direktur Utama PNM dalam Iftar PNM Bersama Media : Lentera Dalam Makna yang digelar di Menara PNM, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.
Baca juga: Purbaya Soroti NPL KUR 10 Persen, Kaji Pengambilalihan PNM untuk Efisiensi UMKM
Melalui program-program pembiayaan ultra mikro, lanjut Arief, PNM ingin mendorong dan mentransformasi harapan masyarakat kelas bawah menjadi kemandirian ekonomi.
“Tidak usah jadi eksportir, tidak usah jadi entrepreneur yang besar. Cukup squaring saja antara biaya hidup dengan pendapatan sendiri. Harapan kami adalah mentransformasi gerakan dari harapan menjadi kemandirian,” lanjutnya.
Arief menambahkan, upaya pemberdayaan yang dilakukan PNM sudah menunjukkan hasil nyata. Jutaan nasabah PNM berhasil naik kelas dalam 4 tahun terakhir. Mereka yang tadinya unbankable, kini bisa mengakses lembaga keuangan formal. Sebagian besar naik kelas dan menjadi nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Pegadaian, yang juga merupakan ekosistem Holding BUMN Ultra Mikro.
“Dalam empat tahun terakhir sudah ada sekitar 2,4 juta nasabah yang naik kelas menjadi nasabah BRI dan Pegadaian. Itu merupakan wujud pencapaian KPI kami dalam pembentukan holding ultra mikro,” tegasnya.
Di kesempatan sama, dua nasabah PNM Mekaar, yakni Tati Mulyani asal Sumedang dan Sri Wahyuningsih asal Lampung berbagi kisah inspiratif. Mereka membagikan cerita membangun usaha dari nol, dengan bantuan pembiayaan dan pendampingan dari PNM, usahanya berkembang.
Tati misalnya, menjadi nasabah PNM sejak 2017 dengan membuka usaha toko sembako. Ia mengaku bergabung menjadi nasabah PNM dengan pinjaman awal Rp3 juta karena ingin memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membiayai pendidikan anak-anaknya.
“Sekarang saya bangga karena bisa memenuhi kebutuhan anak-anak dan meningkatkan ekonomi keluarga. Itu semua berkat PNM,” ujarnya.
Baca juga: OJK Proyeksi Kredit UMKM 2026 Tumbuh 7-9 Persen, Ini Pendorongnya
Adapun Sri bergabung dengan PNM pada 2023. Pembiayaan awal Rp3 juta yang ia terima dari PNM mengubah hidup Sri dan keluarga.
“PNM tidak hanya memberi saya modal. Tapi juga memperbaiki kehidupan saya sehingga saya mampu bangkit dan menjadi cahaya bagi anak-anak,” ujarnya haru.
Di momen buka puasa bersama ini, PNM juga menyalurkan bantuan Rp30 juta untuk Yayasan Panti Rumah Azaki, yayasan yang fokus membina penyandang disabilitas. (*) Ari Astriawan
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto berencana menempatkan utusan khusus presiden untuk mengawasi BUMN guna memperkuat… Read More
Poin Penting BNI Sekuritas memproyeksikan Bank Indonesia hanya akan memangkas BI Rate sebesar 25 bps… Read More
Poin Penting Kemenkeu telah menyalurkan Rp44 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis hingga 9 Maret… Read More
Poin Penting Pimpinan baru OJK dinilai membawa sentimen positif bagi pasar modal di tengah dinamika… Read More
Poin Penting Kredit Bank Jago pada 2025 mencapai Rp24,3 triliun, tumbuh 38% dari Rp17,7 triliun… Read More
Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi I ditutup 7.428,77, naik 0,53 persen dari… Read More