Layanan BNI; Dukung bisnis PNM. (Foto: Budi Urtadi)
Sebelumnya BNI dan PNM telah melakukan kerjasama penyediaan fasilitas kredit kepada lembaga keuangan sebesar Rp750 miliar. Ria Martati
Jakarta–PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menjalin kerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Kerj asama tersebut meliputi penggunaan layanan Integrated Cash Management. BNI memberikan layanan berupa Total Financial Solution Business Model.
Dengan layanan Integrated Cash Management tersebut, PNM dapat membantu pengelolaan keuangan PNM, sehingga PNM dapat memelihara posisi keuangannya secara efektif dan efisien untuk memenuhi operasional dan likuiditasnya.
“Dengan demikian BNI dapat memberikan solusi yang terintegrasi pada seluruh kegiatan operasional PNM dalam pengelolaan keuangan perusahaan secara efektif, efisien, dan terintegrasi,” kata Direktur Bisnis Banking II BNI, Sutanto di Jakarta, Senin, 12 Oktober 2015.
BNI Direct adalah salah satu fasilitas yang disediakan oleh BNI pada PNM untuk memberikan kemudahan bagi PNM dalam mengakses rekeningnya dan atau melakukan transaksi perbankan melalui jaringan internet. Sementara BNI Virtual Account adalah solusi untuk mengidentifikasi pembayaran cicilan dari nasabah PNM.
“Kami bangga mendapatkan kesempatan untuk turut aktif partisiapasi dalam melayani jasa perbankan, dan melayani nasabah-nasaabah PMN, dengan kerjasama ini otomatis kita punya payung hukum bahwa ke depan kita akan lebih aktif lagi untuk kerjasama dalam segala hal,” kata dia. (*)
Poin Penting Bank Mandiri mencermati risiko global (geopolitik, kebijakan perdagangan, volatilitas komoditas) serta dampak penurunan… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,53 persen ke level 8.103,87, dengan mayoritas saham terkoreksi (349… Read More
Poin Penting Seorang siswa SD di NTT bunuh diri karena orang tuanya tak mampu membeli… Read More
Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More
Poin Penting Keberadaan debt collector berperan sebagai credit collection support yang menjaga likuiditas, menekan risiko… Read More
Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More