Categories: Nasional

PNM Bentuk Klasterisasi Lele di Pekanbaru

PNM memberi pendampingan nasabah berupa  motivasi usaha, pemasaran produk, perencanaan keuangan sederhana, serta memberikan edukasi terkait P-IRT. Ria Martati.

Jakarta– PT Permodalan Nasional Madani (Persero) pada kuartal kedua ini melaksanakan program klasterisasi pengusaha di wilayah Pekanbaru, Riau.
Pelaksanaan program tersebut mengambil tempat di Desa Hang Tuah Provinsi Riau dengan melibatkan 150 pengusaha dan petani ikan lele dan turut juga mengundang kepala Dinas Perikanan dan Kelautan setempat serta kepala Desa Hang Tuah Provinsi Riau pada program serta pelatihan tersebut.

Arief Mulyadi, Executive Vice President PT PNM (Persero) mengatakan program pendampingan usaha atau capacity building ini perlu digalakan khususnya di wilayah berpotensial seperti Pekanbaru, karena kualitas pelaku UMK setempat yang sangat berpotensi tinggi sebagai salah satu agen pengusaha lokal untuk bersaing menghadapi pasar global dan membantu perekonomian nasional.

Menurutnya karena kinerja PT PNM Persero dalam membina 237.000 Pelaku UMK se-Indonesia ini, ULaMM PNM dipercaya oleh pemerintah dan legislator untuk mengelola Penyertaan Modal Negara sebesar Rp1 triliun khusus pengembangan UMK.

Berdasar mandatori tersebutlah, ULaMM PNM saat ini meluaskan jaringan layanan kepada UMK dengan menambah menjadi 62 kantor layanan hingga 2.931 Kecamatan di 27 Provinsi.

“PNM tersebut tidak lepas dari kontribusi pelaku UMK setempat, oleh karena itu, sebagai bentuk kewajiban dalam membina pelaku UMK, pada hari ini, kami melaksanakan program klasterisasi petani ikan lele di Pekanbaru,”ujar Arief dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis 20 Agustus 2015.

Sekadar tambahan informasi, perluasan jaringan kantor layanan di wilayah Sumatera saat ini tersebar di kota Aceh, Medan, Pematang Siantar, Sidikalang, Rantau Prapat, Padang Sidempuan, Padang, Pulau Punjung, Bangko, Duri, Pekanbaru, Lahat, Palembang, Jambi, Bandar Lampung dan Bandar Jaya. ULaMM PNM secara nasional saat ini telah menyalurkan pembiayaan Rp 3,907 triliun dengan jumlah nasabah binaan sebanyak  246.905 mitra.

Apriyani

Recent Posts

40 Juta UMKM Belum Berizin, BKPM Siap Permudah Proses NIB

Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More

6 hours ago

Purbaya Sesuaikan Strategi Penempatan Dana di Perbankan dengan Kebijakan BI

Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More

7 hours ago

Duh! Program MBG Berpotensi Buang Uang Negara Rp1,27 Triliun per Minggu

Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More

8 hours ago

OJK Tegaskan Tak Ada “Injury Time” Spin Off UUS Asuransi

Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More

8 hours ago

Bursa Calon ADK OJK, Purbaya: Sudah Ada Kandidat Kompeten, tapi Belum Banyak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More

8 hours ago

Dana THR 2026 Siap Dicairkan, Purbaya: Tinggal Tunggu Pengumuman Presiden

Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More

9 hours ago