News Update

PMI Manufaktur Lesu, Ini Penyebabnya

JakartaPurchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia kembali turun ke level 40,10 pada Juli 2021. Lesunya kinerja PMI ke bawah 50 menunjukkan adanya kontraksi pada aktivitas sektor manufaktur. Penurunan ini menjadi salah satu yang terdalam sejak sejak Juni 2020 yang menyentuh 39,1.

Endang Larasati, Kepala Bagian Informasi dan Komunikasi Publik Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan mengungkapkan penurunan PMI tidak hanya dialami Indonesia saja, namun juga beberapa negara ASEAN. Adapun beberapa negara yang turut mengalami penurunan PMI adalah Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Myanmar.

Pembatasan aktivitas yang terjadi pada bulan Juli 2021 akibat virus Covid-19 varian Delta menjadi penyebab utama lesunya aktivitas manufaktur nasional. Meningkatnya kasus aktif membuat aktivitas manufaktur harus dibatasi yang akhirnya tercermin pada penurunan PMI.

“Lebih rinci, penurunan PMI Manufaktur disebabkan oleh penurunan output dan permintaan baru karena terhambatnya produksi dan permintaan,” jelas Endang dalam keterangannya, Senin, 2 Agutus 2021.

Saat ini, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Masyarakat (PPKM) level 4 tengah diterapkan demi menekan angka penularan Covid-19 yang menghambat iklim bisnis nasional. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus meningkatkan tes, lacak, isolasi, serta terus mengakselerasi tingkat vaksinasi untuk mencapat target vaksinasi 208 juta penduduk di akhir tahun 2021. (*)

Editor: Rezkiana Np

Evan Yulian

Recent Posts

Dapat Restu Prabowo, Purbaya Mau Caplok dan Ubah PNM jadi Bank UMKM

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More

42 mins ago

Rawan Kejahatan Siber, CIMB Niaga Perkuat Keamanan OCTO Biz dengan Sistem Berlapis

Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More

1 hour ago

Permudah Akses Investasi, KB Bank Syariah Hadirkan Deposito iB Online

Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More

2 hours ago

Purbaya Lapor APBN Tekor Rp240,1 Triliun di Kuartal I 2026

Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More

2 hours ago

Banggar DPR Tolak Pemangkasan Subsidi BBM di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More

2 hours ago

Pemerintah Batasi Tiket Pesawat Naik 9-13 Persen, Gelontorkan Subsidi Rp2,6 T

Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More

2 hours ago