Suasana acara Penutupan Posko Nasional Sektor ESDM Nataru pada Selasa (7/1).
Jakarta – PT PLN (Persero) sukes menghadirkan pasokan listrik dalam mendukung kelancaran perayaan Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru), di mana realisasi beban puncak nasional sebesar 39 Gigawatt (GW) dengan daya mampu pasok yang sangat mencukupi sebesar 52 GW.
Selain itu, PLN mampu menjaga keandalan pelayanan pengisian daya untuk pengguna kendaraan listrik (electric vehicle/EV) pada periode Nataru dengan peningkatan transaksi sebanyak 429 persen dan peningkatan kWh transaksi sebanyak 503 persen dari tahun sebelumnya.
Pada Nataru 2025 tercatat ada sebanyak 48.254 kali transaksi, jumlah ini meningkat tahun sebelumnya yang hanya mencapai 11.245 kali transaksi. Sedangkan dari jumlah kWh transaksi, terjadi peningkatan dari 233.328 kWh pada Nataru tahun lalu menjadi 1.174.350 kWh pada Nataru tahun ini.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa kesuksesan siaga kelistrikan selama Nataru adalah buah dari sinergi dan kerja keras lintas sektor.
”Sebagai bagian dari Satgas Nataru Kementerian ESDM, Kami mengucapkan terima kasih atas arahan Menteri ESDM dan seluruh jajarannya serta kerja keras semua insan PLN yang telah membuktikan segala daya upaya dalam menjaga suplai listrik tetap andal selama momen Nataru,” jelasnya, dikutip Jumat, 10 Januari 2025.
Baca juga: Daftar Lengkap Tarif Listrik PLN Januari-Maret 2025
Untuk mengamankan pasokan selama Nataru, Darmawan mengungkapkan bahwa PLN mengerahkan sebanyak 81.591 personel siaga yang tersebar di 4.336 posko di seluruh Indonesia.
Para personel tersebut dibekali peralatan lengkap, meliputi 1.792 unit genset, 735 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 1.282 Unit Gardu Bergerak (UGB), 370 unit crane, dan 179 Unit Kabel Bergerak (UKB).
Sebelumnya, PLN juga telah memastikan semua lini kelistrikan mulai dari pasokan energi primer, pembangkitan, transmisi, dan distribusi berada dalam kondisi prima.
”Segala persiapan telah kami lakukan jauh-jauh hari, sehingga semua kondisi kelistrikan berlangsung andal dalam mengawal Nataru, dan kami terus bersiaga hingga berakhirnya masa siaga Nataru PLN pada 8 Januari 2025,” kata Darmawan.
Dari sisi kesiapan infrastruktur pengisian daya EV, PLN telah memproyeksikan peningkatan jumlah pemudik pengguna EV dan mengambil langkah antisipatif dengan menambah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga menjadi 3.069 unit yang tersebar pada 2.906 lokasi strategis di seluruh Indonesia.
Baca juga: Tambah Daya Listrik PLN Diskon 50 Persen, Begini Caranya
Khusus untuk jalur utama mudik seperti tol Trans Jawa dan Sumatra, PLN menyediakan 500 unit SPKLU di 297 lokasi. Dengan jarak antar SPKLU sekitar 23 kilometer, pengguna EV dapat menjalankan mudik dengan lancar tanpa khawatir kehabisan daya di tengah jalan.
“Walaupun terjadi peningkatan signifikan, sejauh ini tidak ada laporan antrean panjang di SPKLU selama periode Nataru. Hal ini berkat peningkatan jumlah SPKLU di jalur Trans Jawa-Sumatra dari 64 unit menjadi 500 unit di lokasi-lokasi strategis, khususnya di rest area,” jelas Darmawan. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More