Gedung perkantoran Wisma Danantara Indonesia. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) kini punya kantor baru bernama Wisma Danantara Indonesia yang terletak di Jalan Gatot Subroto Kav. 36-38, Jakarta Selatan. Sebelumnya, gedung perkantoran Wisma Danantara Indonesia tersebut bernama Plaza Mandiri.
Momen peresmian Wisma Danantara Indonesia terasa spesial karena dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 30 Juni 2025.
Presiden Prabowo melakukan syukuran dengan pemotongan tumpeng. Ini menandai babak baru kiprah Danantara Indonesia sebagai Lembaga Pengelola Investasi Negara yang saat ini mengelola aset lebih dari USD1 triliun dan menaungi 889 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) strategis.
Baca juga: Danantara Targetkan USD5 Miliar pada 2025, Ini Komentar Ekonom
“Kami bersyukur atas peresmian Wisma Danantara Indonesia oleh Bapak Presiden @prabowo didampingi Bapak Wakil Presiden @gibran_rakabuming, disaksikan para menteri Kabinet Merah Putih dan jajaran pimpinan Danantara,” tulis Rosan Perkasa Roeslani, Kepala BPI Danantara dalam unggahan akun Instagram resminya @rosanroeslani dikutip 1 Juli 2025.
Kata Roeslani, keberadaan kantor ini menjadi penyemangat bagi Danantara Indonesia untuk terus membangun masa depan ekonomi bangsa dan daya saing Indonesia di kancah global.
Setelah acara syukuran, Presiden Prabowo langsung menggelar rapat terbatas yang dihadiri oleh Wakil Presiden, Gibran Rakabuming, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.
Baca juga: Soal BSI Masuk Danantara, OJK: Sedang dalam Proses
Sejak diluncurkan oleh Presiden Prabowo pada 24 Februari 2025, Danantara Indonesia telah menunjukkan capaian signifikan, dengan kerja sama investasi internasional senilai USD7 miliar yang berasal dari Qatar, Rusia, Tiongkok, dan Australia.
Bahkan, pada Juli mendatang, Danantara Indonesia diproyeksikan mendapatkan tambahan pendanaan baru sebesar USD10 miliar dari perbankan luar negeri. (*)
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More