PKT: Hilirisasi Produk jadi Kunci Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

PKT: Hilirisasi Produk jadi Kunci Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

PKT: Hilirisasi Produk jadi Kunci Indonesia Keluar dari Middle Income Trap
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Indonesia akan terus mengakselerasi program hilirisasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi negara. Ke depan, Presiden Jokowi meminta agar tidak boleh lagi ada ekspor bahan mentah, melainkan hanya produk jadi dan minimal produk setengah jadi.

Menyikapi hal ini, Direktur Utama PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), Rahmad Pribadi pun mendukung harapan Presiden Jokowi yang menginginkan Indonesia melakukan hilirisasi produk, sehingga Indonesia tidak hanya mengekspor bahan mentah. Sehingga Indonesia tidak lagi menjadi negara yang terjebak dalam middle income trap karena fokus ekspor bahan mentah.

“Memang membutuhkan proses dan investasi yang besat, namun hilirisasi itu bisa menjadi nilai tambah hingga 30 kali lipat,” ujar Rahmad Pribadi dikutip 28 Juni 2022.

Di sisi lain, ketahanan pangan juga menjadi hal penting dalam mendukung perekonomian Indonesia. Untuk itu, sektor pertanian menempati posisi yang sangat sentral terutama dalam menjaga ketahanan pangan. Apalagi pemerintah juga sudah menganggarkan ketahanan pangan tahun 2022 mencapai Rp92,3 triliun, lebih besar bila dibandingkan pada tahun 2018 sebesar Rp86 triliun.

Sebagai bagian dari BUMN, PKT juga terus memberikan kontribusi dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia di tengah ancaman krisis pangan dunia. Produksi pupuk PKT yang berkualitas dan sesuai dengan SNI, diharapkan dapat menjadi salah satu upaya menjaga ketahanan pangan nasional. PKT juga aktif dalam memberikan berbagai program yang membantu para petani. Salah satunya permodalan dengan Program Makmur.

Langkah PKT pun diapresiasi oleh Staf Khusus Presiden Sukardi Rinakit saat meninjau kesiapan pembangunan IKN. Menurutnya, PKT terus memberikan kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia di tengah ancaman krisis pangan dunia.

“Presiden Jokowi pernah mengatakan kepada saya bahwa negara kita akan tertinggal oleh negara-negara lain dan tidak bisa bersaing kalau ketahanan pangannya tidak kuat. Ketahanan pangan akan kuat, salah satunya kalau produksi pupuknya juga bagus. Karena itu Presiden Jokowi sangat menaruh perhatian terhadap produksi dan distribusi pupuk,” ungkap Sukardi.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi terhadap PKT yang telah ikut berkontribusi terhadap kelestarian budaya di Indonesia. PKT dinilai telah memberikan apresiasi yang tinggi terhadap para seniman di Indonesia dengan berbagai aktivitas yang melibatkan para pegiat seni dan budaya di Indonesia, mulai dari menyelenggarakan kegiatan seni bersama hingga didirikannya Galeri Seni PKT sebagai wadah apresiasi atas karya seni dari pelukis ternama. (*)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]