Market Update

Pjs Dirut BEI Pengganti Iman Rachman Diumumkan Senin Pekan Depan

Poin Penting

  • BEI akan mengumumkan Pjs Direktur Utama sebelum perdagangan Senin, 2 Februari 2026, setelah mendapat persetujuan Dewan Komisaris, menyusul pengunduran diri Iman Rachman.
  • Penunjukan Pjs Dirut dilakukan pasca trading halt IHSG dua hari berturut-turut, namun BEI belum mengungkap siapa sosok yang akan mengisi posisi tersebut.
  • BEI memastikan operasional dan pengambilan keputusan tetap berjalan normal

Jakarta – Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama (Dirut) BEI bakal diumumkan sebelum perdagangan Senin. 2 Februari 2026.

“Ya (sebelum perdagangan BEI),” ucap Jeffrey kepada media di Jakarta, 31 Januari 2026.

Jeffrey menyampaikan BEI juga telah melakukan rapat direksi untuk menunjuk Pjs Dirut dan sudah disetujui oleh Dewan Komisaris.

Meski demikian, Jeffrey belum menyampaikan lebih lanjut siapa yang akan mengisi jabatan Pjs tersebut. 

Diketahui, pada Jumat, 30 Januari 2026, Iman Rachman menyatakan mundur dari jabatannya dirut BEI. Pengunduran dirinya sebagai bentuk tanggung jawab terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ambles dan sempat mengalami penghentian sementara perdagangan (trading halt) dalam dua hari berturut-turut.

Baca juga: Purbaya Yakin IHSG Senin Pekan Depan Dibuka Tanpa Gejolak

Pastikan Operasional BEI Berjalan Normal

Di tengah kekosongan pucuk pimpinan BEI, Jeffrey memastikan operasional akan berjalan secara normal. Demikian juga proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen BEI tidak akan menganggu perdagangan.

“Kemudian kami juga menegaskan komitmen kami untuk membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia tidak hanya setara dalam hal nilai perdagangan dan kapitalisasi pasar, tetapi juga setara dalam transparansi dan tata kelola,” imbuhnya.

Baca juga: Ekonom CSED INDEF Cermati Rencana Danantara Masuk ke Bursa

BEI akan terus meningkatkan transparansi dan tata kelola di BEI, serta mencermati perkembangan terakhir apa yang diharapkan oleh Indeks Provider Global. 

“Kami sudah berkomunikasi dengan beberapa Indeks Provider Global dan kami sudah menampung apa yang diharapkan dan semua itu akan kami deliver dalam waktu secepat mungkin untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan kepada seluruh investor, baik investor global maupun investor domestik kita,” ujar Jeffrey. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

AAUI Ungkap Penyebab Premi Asuransi Umum Hanya Tumbuh 4,8 Persen di 2025

Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More

9 hours ago

Total Klaim Asuransi Umum Naik 4,1 Persen Jadi Rp48,96 Miliar di 2025

Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More

11 hours ago

Indonesia Diminta jadi Wakil Komandan Misi Gaza, Ini Pernyataan Prabowo

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan Indonesia terhadap perdamaian berkelanjutan di Palestina dengan solusi… Read More

12 hours ago

IHSG Ditutup di Zona Merah, Top Losers: Saham DGWG, SGRO, dan HMSP

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,03 persen ke 8.271,76. Sebanyak 381 saham terkoreksi, 267 menguat,… Read More

13 hours ago

Pendapatan Premi Asuransi Umum Tumbuh 4,8 Persen Jadi Rp112,81 Miliar pada 2025

Poin Penting Pendapatan premi asuransi umum sepanjang 2025 naik 4,8% menjadi Rp112,81 miliar. Lini dengan… Read More

13 hours ago

Ekonom Permata Bank Proyeksi Kredit Perbankan Tumbuh 10 Persen di 2026

Poin Penting Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan kredit perbankan tumbuh sekitar 10 persen… Read More

13 hours ago