Keuangan

Pinhome Catat Kenaikan KPR Take Over di Semester I 2025 Naik 5 Persen, Ini Penyebabnya

Jakarta – Pinhome, sebagai pionir platform properti end-to-end, pada Kamis, 21 Agustus 2025, merilis riset terbarunya terkait tren pasar properti dalam Indonesia Residential Market Report Semester I 2025.

CEO dan Founder Pinhome, Dayu Dara Permata, menjelaskan bahwa salah satu perubahan tren properti hingga paruh pertama 2025 adalah meningkatnya Kredit Pemilikan Rumah (KPR) take over sebesar 5 persen dari Desember 2024.

Dara menjelaskan, kenaikan KPR take over tersebut didorong oleh pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI) sebanyak 50 basis poin (bps) pada semester I 2025, yakni pada Januari dan Mei 2025 menjadi 5,50 persen.

“BI menurunkan suku bunga dari 6,00 persen menjadi 5,75 persen pada Januari dan kembali turun menjadi 5,50 persen di Mei 2025, memberikan sinyal positif bagi calon pembeli properti melalui KPR yang lebih terjangkau,” kata Dara dalam Talkshow Pinhome di Jakarta, Kamis, 21 Agustus 2025.

Baca juga: Laporan Pinhome: Permintaan Rumah Mewah Tumbuh 21 Persen di Kuartal I 2025

Tidak hanya itu, Dara juga menjelaskan, bagi pemilik KPR lama yang menghadapi peningkatan bunga floating juga mendorong kenaikan KPR Take Over.

Di mana sebagai contohnya adalah nasabah yang mengambil KPR dengan promo bunga fixed pada era pandemi tahun 2020-2022 kini menghadapi lonjakan suku bunga floating hingga dua kali lipat pada 2025.

Di samping itu, Pinhome juga menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam penyediaan hunian premium ke kawasan penyangga ibu kota seperti BSD, PIK, dan Sentul. 

“Tercatat, inventori rumah menengah atas Rp1,5-3 miliar mengalami pertumbuhan sebesar 34 persen, sementara rumah mewah di atas Rp3 miliar tumbuh 17 persen secara tahunan,” imbuhnya.

Baca juga: Tiga Cara Mudah Blokir SMS Spam Pindar

Adapun, dari sisi permintaan, lonjakan signifikan terjadi di kawasan industri seperti Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang. 

Permintaan hunian premium di wilayah ini didorong oleh meningkatnya daya beli para ekspatriat yang mencari hunian dengan kualitas premium di dekat tempat kerja. 

Hal ini juga sejalan dengan berkembangnya industri manufaktur dan otomotif yang rata-rata berpusat di area tersebut. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Bos Danantara Sebut Demutualisasi BEI Buka Pintu Investor Global

Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More

60 mins ago

CIO Danantara Buka Suara soal Demutualisasi BEI dan Potensi Konflik

Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More

2 hours ago

Awarding BTN Housingpreneur Jadi Penutup BTN Expo 2026, Fokus Inovasi Perumahan

Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More

2 hours ago

Digadang Jadi Pjs Dirut BEI, Jeffrey Hendrik Respons Begini

Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More

3 hours ago

Respons Cepat OJK Redam Kekhawatiran Pasar Pascapergantian Pimpinan

Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More

5 hours ago

OJK Beberkan 8 Aksi Percepatan Reformasi Pasar Modal RI, Apa Saja?

Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More

6 hours ago