Trump Effect Masih Jadi Pemicu Pelemahan Rupiah
Jakarta – Pemilihan presiden Presiden Amerika Serikat (pilpres AS) tinggal menghitung hari. Dua kandidat, baik Hillary Clinton maupun Donald Trumph memiliki posisi yang sama kuat. Kendati, beberapa hari ini Trumph dinilai memiliki peluang yang lebih unggul untuk memengkan pilpres AS.
Pilpres AS memang selalu menarik untuk disimak dan secara ajaib mampu mempengaruhi pasar. Tidak hanya pasar keuangan, tetapi juga pasar komoditas. Lalu sekor komoditas apa saja yang akan diuntungkan atau dirugikan apabila Trumph menang?
Berdasarkan Riset FXTM, Emas adalah salah satu sektor komoditas yang diuntungkan apabila Kandidat Pilpres dari partai Republik ini. Pesona safe haven emas dinilai akan mendorong investor untuk mengejar emas karena kejutan Trump dan juga ketidakpastian yang mungkin akan melonjak tajam.
Bagaimana dengan minyak bumi? Berdasarkan analisa FXTM, aspek ini belum banyak dibahas, namun harga emas berpotensi semakin melemah apabila Donald Trump menjadi Presiden.
“Lupakan ketidakpastian pemangkasan level produksi Komite OPEC. Apabila Trump terpilih, proyeksi pertumbuhan akan disesuaikan menjadi lebih rendah setidaknya untuk jangka pendek karena meningkatnya ketidakpastian investor, dan secara teoretis ini akan memperlemah permintaan terhadap komoditas seperti minyak dan memperburuk valuasi minyak” papar Jameel. (Nasib Yen, Pound dan Peso jika Trumph terpilih)
Page: 1 2
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More
Poin Penting INFOBANK15 menguat 0,80 persen ke 1.025,73, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah… Read More