Poin Penting
Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menjajaki kolaborasi untuk membentuk indeks acuan baru, serta memperluas jangkauan Exchange Trade Fund (ETF) Indonesia ke pasar global.
Inisiatif tersebut bertujuan meningkatkan transparansi, aksesibilitas, dan relevansi produk pasar modal Indonesia terhadap tren internasional.
Manajemen Pilarmas Investindo Sekuritas, menilai pembentukan indeks Danantara x IDX dan ekspansi ETF dapat meningkatkan minat investor global terhadap aset Indonesia dan menciptakan permintaan tambahan jangka panjang.
“Dalam jangka menengah, peningkatan partisipasi institusi domestik dapat membuat volatilitas IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) lebih terkendali, memperkuat fondasi pasar, dan membuka peluang bagi pipeline Intial Public Offering (IPO) BUMN besar yang selama ini tertunda karena keterbatasan daya serap domestik,” tulis Pilarmas dalam risetnya di Jakarta, 26 November 2025.
Baca juga: BCA Siap Bagikan Dividen Interim Rp55 per Saham, Catat Jadwalnya!
Di sisi lain, BEI menilai kehadiran Danantara sebagai investor institusi besar dapat menjadi katalis penting bagi penguatan porsi investor domestik, yang saat ini kepemilikannya baru 39,4 persen dan transaksi hanya 14,4 persen.
Nantinya, Danantara berencana mengalokasikan USD10 miliar pada kuartal kuartal IV 2025, dengan 80 persen untuk investasi dalam negeri. Jika 5–10 persen masuk ke saham, potensi aliran modal mencapai Rp8–16 triliun.
“Minimnya kapasitas serapan investor institusi domestik selama ini menjadi hambatan bagi IPO BUMN, seperti penundaan IPO PHE. BEI mendorong lebih banyak perusahaan besar masuk bursa agar pasar lebih dalam dan institusi domestik punya lebih banyak pilihan,” tulis Pilarmas.
Adapun, dengan masuknya Danantara sebagai institusi dengan kapasitas dana besar berpotensi menjadi angin pendorong signifikan bagi IHSG.
Baca juga: Saham Ini Resmi Masuk MSCI per 25 November, Simak Rekomendasinya!
Potensi aliran dana Rp8–16 triliun ke saham dapat meningkatkan likuiditas, memperdalam pasar, dan mengurangi ketergantungan pada arus modal asing yang selama ini membuat IHSG rentan terhadap sentimen eksternal.
Jika dana tersebut dialokasikan terutama ke saham-saham berkapitalisasi besar, maka indeks berpeluang mengalami re-rating pada sektor-sektor utama, seperti keuangan, energi, telekomunikasi, serta BUMN yang akan atau baru IPO. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More
Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More
Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More
Poin Penting Amartha meluncurkan Amartha Empower, portal donasi, zakat, dan sedekah untuk memperluas pemberdayaan ekonomi… Read More
Poin Penting: Jasa Marga menyediakan akses CCTV di ruas tol yang dapat dipantau real-time melalui… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan batas defisit APBN 3 persen dari PDB tetap dipertahankan.… Read More