Ilustrasi salah satu proyek PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE)
Poin Penting
Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatat laba bersih senilai US$104,26 juta atau setara Rp1,7 triliun pada kuartal III-2025. Jumlah ini turun 22,1 persen dari periode sama tahun sebelumnya, yakni USD133,9 juta.
Meski laba susut, perseroan mampu mencetak kenaikan pendapatan. PGE meraup pendapatan senilai USD318,86 juta, naik 4,20 persen secara tahunan year on year (YoY), dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, yakni USD 306,02 juta.
Sementara itu, EBITDA PGE mencapai USD248,97 juta, total aset USD 2,96 miliar kas serta setara kas USD 628,12 juta. Total aset lancar juga mengalami lonjakan menjadi USD 831,78 juta dari USD 828,56 juta posisi per 31 Desember 2024.
Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Yurizki Rio mengatakan, capaian positif ini didukung oleh kinerja PGE Lumut Balai Unit 2 dengan kapasitas 55 megawatt (MW) yang mulai beroperasi penuh sejak Juni lalu.
“Pendapatan ini semakin mengukuhkan optimisme Perseroan untuk mendorong terwujudnya transisi energi dan swasembada energi yang menjadi cita-cita pemerintah Indonesia,” jelasnya, dikutip Jumat, 31 Oktober 2025.
Baca juga : Bank Banten Kantongi Laba Rp10,70 Miliar di Kuartal III 2025, Melonjak 43,34 Persen
Ia menjelaskan, kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan bisnis yang positif serta menunjukkan posisi keuangan Perseroan yang semakin solid dan sesuai dengan arah pengembangan yang direncanakan.
“Pencapaian ini menjadi bukti nyata kemampuan Perseroan dalam memperkuat kinerja operasional sekaligus mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan,” bebernya.
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Julfi Hadi mengungkapkan, PGE terus mendorong pencapaian target kapasitas terpasang sebesar 1 gigawatt(GW) yang dikelola secara mandiri dalam 2-3 tahun ke depan.
Ia menegaskan pencapaian target 1 GW bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih jauh menuju swasembada energi.
Baca juga : Laba Bersih Cisadane Sawit Raya Melonjak 70,6 Persen di Kuartal III 2025
“Oleh karena itu, kami terus menatap ke depan untuk mewujudkan target 1,8 GW pada 2033 dan mengembangkan potensi panas bumi hingga 3 GW,” ujarnya.
Sebagai pionir pengembangan energi panas bumi di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, Julfi mengatakan, PGE saat ini mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW dari enam wilayah operasi.
Selain proyek Lumut Balai Unit 2, PGE tengah menggarap pengembangan proyek Hululais Unit 1 & 2 berkapasitas 110 MW, proyek-proyek co-generation dengan total kapasitas 230 MW, serta kegiatan eksplorasi di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Tiga yang telah diresmikan oleh Presiden Prabowo pada Juni lalu.
Upaya ini, kata Julfi, tidak semata berfokus pada pertumbuhan bisnis Perseroan saja tetapi juga mencerminkan komitmen untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pemanfaatan energi panas bumi yang bersih dan berkelanjutan.
“Ini yang menjadi landasan kami dalam mengimplementasi strategi beyond electricity dengan mengembangkan peluang bisnis panas bumi di luar kelistrikan (off-grid),” pungkasnya. (*)
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More