Pekerja melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir menyatakan optimisme bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menembus level 8.000. Saat ini, IHSG pada perdagangan hari ini, Senin, 28 Juli 2025, telah menyentuh level 7.614.
“IHSG sudah 7.600 kan, semoga 8.000 ya, 80 tahun Indonesia bisa 8.000 mantap banget. Penopangnya market lagi positif, banyak positif news juga, jadi so far positif kan momentumnya,” ujar Pandu kepada media di Jakarta, Senin, 28 Juli 2025.
Meski Pandu tidak merinci faktor-faktor penguat IHSG dalam beberapa pekan terakhir, Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya menyebut bahwa penguatan indeks masih didorong oleh kesepakatan tarif dagang sejumlah negara.
Faktor lainnya adalah dukungan dari laporan kinerja emiten pada semester II 2025 dan sentimen positif menjelang rebalancing indeks LQ45 yang akan efektif pada awal Agustus 2025.
Baca juga: Danantara Kantongi Pinjaman USD10 M Tanpa Jaminan dari 12 Bank Asing, Ini Kata Rosan
Optimisme serupa juga disampaikan oleh Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman.
Ia berharap IHSG mampu menyentuh level 8.000 bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-80 Republik Indonesia.
“Indeks Harga Saham Gabungan per hari ini telah tumbuh lebih dari 1 persen pak, dan sudah mencapai 7.600. Tolong doakan sama-sama pak, diulang tahun ke-80, demi Indonesia, indeks kita bisa mencapai 8.000 pak,” ujar Iman.
Baca juga: Bos BEI Harap IHSG Capai Level 8.000 pada HUT ke-80 RI
Sebagai informasi, hingga pertengahan tahun 2025, BEI mencatat pertumbuhan jumlah investor yang signifikan, mencapai 17,4 juta investor atau naik lima kali dibandingkan enam tahun lalu, terutama pada investor domestik BEI.
Selain itu, aktivitas penawaran umum perdana (IPO) dan penggalangan dana di pasar modal juga menunjukkan tren positif.
Saat ini terdapat 954 emiten tercatat di BEI, mencerminkan tingginya kepercayaan dunia usaha terhadap prospek jangka panjang perekonomian Indonesia. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Outlook bank jumbo termasuk Himbara jadi negatif akibat faktor eksternal dan perubahan outlook… Read More
Poin Penting OJK menilai konflik Timur Tengah berpotensi menekan ekonomi Indonesia melalui kenaikan harga energi,… Read More
Poin Penting Hingga 12 Maret 2026, 7,7 juta SPT Tahunan PPh 2025 telah dilaporkan ke… Read More
Poin Penting BTN menyiapkan uang tunai Rp23,18 triliun untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan… Read More
Poin Penting BEI memproyeksikan outflow investor asing pada Maret 2026 tidak terlalu deras karena turnover… Read More
Poin Penting IHSG sesi I (13/3) ditutup turun 1,81 persen ke level 7.228,94 dari posisi… Read More