Jakarta–PT Bank OCBC NISP Tbk secara resmi telah menunjuk Peter Harsono sebagai OCBC NISP Private Banking Head. Adapun OCBC NISP Private Banking sendiri telah diresmikan pada tanggal 22 Mei 2017 yang lalu.
Dalam keterangan tertulis yang diterima, di Jakarta, Selasa, 6 Juni 2017, Bank OCBC NISP berkeyakinan bahwa kepemimpinan Peter Harsono di OCBC NISP Private Banking dapat memperkuat posisi Bank OCBC NISP sebagai salah satu penyedia layanan wealth management terkemuka di Indonesia dengan memberikan solusi keuangan komprehensif dan menyeluruh kepada segmen affluent di Indonesia.
Peter bersama tim OCBC NISP Private Banking akan berkerjasama dan fokus untuk menjaring high networth individual dengan menjadi single point of contact bagi nasabah OCBC NISP Private Banking dalam membantu melakukan tinjauan secara holistic dan dalam perencanaan wealth management yang disesuaikan dengan tujuan finansial yang ingin dicapai.
Peter memulai karirnya sebagai Senior Consultant di Arthur Andersen dan sebagai Research Analyst pada Paribas Asia Equity. Pada 1998, Peter hijrah ke Singapura dan bekerja di Primepartners Asset Management Pte Ltd sebagai Investment Officer dengan mengemban tanggung jawab untuk mencari peluang investasi bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia, Malaysia, Thailand, Korea Selatan dan Singapura.
Pada tahun 2002, Peter merintis karirnya di ranah bisnis private banking saat beliau bergabung dengan Citigroup Private Bank Group Indonesia sebagai Portfolio Counselor. Lalu di 2003 Peter melanjutkan karir sebagai private banker di Singapura, dimana beliau memperoleh kesempatan untuk bekerja di beberapa perusahaan seperti ABN AMRO Private Bank, HSBC Private Banking, Barclays Wealth dan terakhir bergabung bersama UBS Wealth sebagai Investment Specialist, Executive Director. Peter telah berpengalaman kurang lebih 23 tahun di industri aset manajemen dan perbankan. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More