News Update

Pesawat Pelita Air Jatuh di Kalimantan, Pilot Tewas

Poin Penting

  • Pesawat Air Tractor AT-802 (PK-PAA) milik Pelita Air Service jatuh saat mengangkut BBM rute Long Bawan–Tarakan, Kamis (19/2/2026)
  • Sinyal darurat ELT diterima tak lama setelah lepas landas; pilot Capt. Hendrick Lodewyck Adam meninggal dunia
  • Pesawat dinyatakan laik terbang, sementara penyebab kecelakaan masih diselidiki.

Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengonfirmasi kecelakaan pesawat Air Tractor AT-802 registrasi PK-PAA yang dioperasikan Pelita Air Service pada Kamis, 19 Februari 2026.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan pesawat tersebut tengah mengangkut BBM menuju Tarakan dari Long Bawan saat insiden terjadi.

“Pesawat jenis Air Tractor AT-802 registrasi PK-PAA tahun pembuatan 2013, nomor seri 802-0494, yang dioperasikan oleh Pelita Air Service khusus untuk pengangkutan BBM ke daerah terpencil, dilaporkan mengalami kecelakaan dalam penerbangan rute Long Bawan – Tarakan,” ujar Lukman, dalam keterangannya, Kamis, 19 Februari 2026.

Kronologis Kecelakaan

Ia menjelaskan, pesawat lepas landas dari Bandar Udara Long Bawan pada pukul 04.10 UTC (12.10 WITA) dengan tujuan Bandar Udara Tarakan. Estimasi waktu kedatangan di Tarakan adalah pukul 05.15 UTC (13.15 WITA).

Baca juga: Resmi! Purbaya Bebaskan PPN Tiket Pesawat Ekonomi untuk Pembelian Mulai 10 Februari

Menurutnya, sang pilot sempat menyampaikan kepada petugas Air Traffic Control (ATC) Tarakan bahwa posisi pesawat diperkirakan Abeam Malinau pada pukul 04.24 UTC (12.24 WITA). 

Namun, pada pukul 04.20 UTC (12.20 WITA), diterima sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) dari pesawat tersebut.

“Informasi terakhir yang kami peroleh pada pukul 15.16 WITA  pilot atas nama Capt. Hendrick Lodewyck Adam dinyatakan meninggal dunia,” bebernya.

Kelaikudaraan dan Investigasi

Dari sisi kelaikudaraan, pesawat Air Tractor AT-802 tahun pembuatan 2013 dengan nomor seri 802-0494 tersebut telah menjalani pemeriksaan rutin 100 jam dan 200 jam pada 11 Februari 2026. Total jam terbang pesawat tercatat mencapai 3.303 jam.

Saat ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah berkoordinasi dengan operator, otoritas bandara, serta instansi terkait guna memastikan penanganan di lapangan berjalan sesuai prosedur.

Penyebab kecelakaan hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh instansi berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Istana Bantah Isu 2 Pesawat Kenegaraan untuk Prabowo, Ini Penjelasannya

Pihaknya pun menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut dan mengimbau masyarakat menunggu informasi resmi yang telah terverifikasi.

Sementara itu, manajemen PT Pelita Air Service dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa tengah melakukan proses investigasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Manajemen menyampaikan, penerbangan tersebut merupakan layanan kargo pengangkut bahan bakar yang diawaki oleh satu orang pilot, tanpa awak kabin maupun penumpang, dengan jenis pesawat yang digunakan yaitu Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA.

“Pesawat tersebut merupakan armada khusus yang melayani misi pengantaran BBM Satu Harga ke wilayah perbatasan. Pada saat pemantauan terakhir, pesawat baru saja menyelesaikan misi distribusi ke Long Bawan dan sedang dalam rute kembali menuju Bandara Juwata, Tarakan,” tulis manajemen. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Tak Ada WFH, Pemerintah Tegaskan Kegiatan Pendidikan Berlaku Normal dan Tatap Muka

Poin Peting Seluruh jenjang pendidikan dasar hingga menengah tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka lima hari… Read More

27 mins ago

Purbaya Pastikan APBN Tetap Terkendali, Tak Ada Anggaran Morat-marit

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan APBN tetap berkesinambungan dan defisit terkendali meski… Read More

41 mins ago

Cash is Still The King

Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group SAAT ini keuangan negara berada dalam situasi… Read More

52 mins ago

IHSG Hari Ini Berpotensi Rebound di Rentang 7.100-7.200

Poin Penting Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini (1/4) bergerak rebound di rentang 7.100-7.200, terdorong… Read More

1 hour ago

Pengumuman! Mulai 1 April 2026, Beli BBM Subsidi Dibatasi 50 Liter per Hari

Poin Penting Pemerintah membatasi pembelian BBM subsidi (Pertalite dan solar) maksimal 50 liter per kendaraan… Read More

11 hours ago

Laba Bank Mega Tumbuh 28 Persen pada 2025

Sepanjang tahun 2025, laba bersih Bank Mega pada tahun 2025 tumbuh sebesar 28% menjadi Rp3,36… Read More

11 hours ago