Sayap kanan jet Japan Airlines membentur ekor pesawat Delta Air Lines saat pesawat sedang meluncur di Bandara Internasional Seattle-Tacoma di SeaTac, King County, Washington, AS, 5 Februari 2025.
Jakarta – Insiden kecelakaan maskapai penerbangan kembali terjadi, kali ini melibatkan pesawat Japan Airlines yang bertabrakan dengan pesawat Delta Air Lines.
Dinukil laman NBC News, insiden tersebut terjadi di landasan pacu Bandara Internasional Seattle-Tacoma, Amerika Serikat, Rabu, 5 Februari 2025, sekitar pukul 10.40 waktu setempat. Sayap kanan pesawat Japan Airlines menabrak ekor pesawat Delta Air Lines.
Baca juga : Korban Tewas Kecelakaan Pesawat Jeju Air jadi 179 Orang
Tabrakan tersebut terjadi saat pesawat Japan Airlines sedang melakukan taxiing atau bergerak di permukaan landasan setelah mendarat.
Pesawat tersebut baru tiba dari Tokyo ketika sayap kanannya menghantam ekor pesawat Boeing 737-800 milik Delta Air Lines.
Juru bicara Delta Air Lines menyatakan bahwa pesawat yang terlibat dalam insiden adalah Boeing 737 dengan 142 penumpang di dalamnya. Pesawat itu dijadwalkan terbang dari Seattle menuju Puerto Vallarta, Meksiko.
Meskipun terjadi tabrakan, pihak maskapai memastikan tidak ada korban dalam insiden tersebut. Seluruh penumpang kemudian dipindahkan ke pesawat lain akibat kerusakan yang dialami pesawat Delta.
Baca juga : Saham Jeju Air Anjlok ke Rekor Terendah Buntut Kecelakaan Pesawat
“Tidak ada laporan adanya cedera pada awak atau penumpang dalam penerbangan tersebut, dan kami mohon maaf atas pengalaman dan keterlambatan perjalanan,” ujar Delta Air Lines dalam pernyataan resminya.
Pihak Delta juga menyampaikan bahwa mereka akan bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan penerbangan untuk menyelidiki insiden ini.
Sementara itu, Japan Airlines yang mengangkut 172 penumpang dan 13 awak dari Bandara Internasional Narita, Jepang, turut menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut.
“Kami dengan tulus meminta maaf kepada semua pihak yang terlibat atas ketidaknyamanan ini,” kata Japan Airlines dalam pernyataannya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More
Poin Penting Keberadaan debt collector berperan sebagai credit collection support yang menjaga likuiditas, menekan risiko… Read More
Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More
Poin Penting Prabowo dinilai realistis menyikapi keikutsertaan Indonesia di Board of Peace, yang saat ini… Read More
Poin Penting Debt collector berperan vital menjaga stabilitas pembiayaan dengan mencegah kredit macet, menjaga nilai… Read More
Poin Penting IHSG sesi I melemah tipis 0,06% dan ditutup di level 8.141,84 setelah sempat… Read More