Internasional

Pesawat Japan Airlines dan Delta Bertabrakan di Bandara AS, Begini Kondisi 314 Penumpang

Jakarta – Insiden kecelakaan maskapai penerbangan kembali terjadi, kali ini melibatkan pesawat Japan Airlines yang bertabrakan dengan pesawat Delta Air Lines.

Dinukil laman NBC News, insiden tersebut terjadi di landasan pacu Bandara Internasional Seattle-Tacoma, Amerika Serikat, Rabu, 5 Februari 2025, sekitar pukul 10.40 waktu setempat. Sayap kanan pesawat Japan Airlines menabrak ekor pesawat Delta Air Lines.

Baca juga : Korban Tewas Kecelakaan Pesawat Jeju Air jadi 179 Orang 

Tabrakan tersebut terjadi saat pesawat Japan Airlines sedang melakukan taxiing atau bergerak di permukaan landasan setelah mendarat.

Pesawat tersebut baru tiba dari Tokyo ketika sayap kanannya menghantam ekor pesawat Boeing 737-800 milik Delta Air Lines.

Pesawat Delta Air Lines Rusak, Penumpang Dipindahkan

Juru bicara Delta Air Lines menyatakan bahwa pesawat yang terlibat dalam insiden adalah Boeing 737 dengan 142 penumpang di dalamnya. Pesawat itu dijadwalkan terbang dari Seattle menuju Puerto Vallarta, Meksiko.

Meskipun terjadi tabrakan, pihak maskapai memastikan tidak ada korban dalam insiden tersebut. Seluruh penumpang kemudian dipindahkan ke pesawat lain akibat kerusakan yang dialami pesawat Delta.

Baca juga : Saham Jeju Air Anjlok ke Rekor Terendah Buntut Kecelakaan Pesawat

“Tidak ada laporan adanya cedera pada awak atau penumpang dalam penerbangan tersebut, dan kami mohon maaf atas pengalaman dan keterlambatan perjalanan,” ujar Delta Air Lines dalam pernyataan resminya.

Pihak Delta juga menyampaikan bahwa mereka akan bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan penerbangan untuk menyelidiki insiden ini.

Permintaan Maaf dari Japan Airlines

Sementara itu, Japan Airlines yang mengangkut 172 penumpang dan 13 awak dari Bandara Internasional Narita, Jepang, turut menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut.

“Kami dengan tulus meminta maaf kepada semua pihak yang terlibat atas ketidaknyamanan ini,” kata Japan Airlines dalam pernyataannya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Bank Mandiri Bukukan Laba Rp56,3 Triliun pada 2025

Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More

34 mins ago

Debt Collector Punya Peran Krusial Jaga Stabilitas Industri Keuangan

Poin Penting Keberadaan debt collector berperan sebagai credit collection support yang menjaga likuiditas, menekan risiko… Read More

42 mins ago

DPLK Avrist Catat Aset Kelolaan Rp1,32 Triliun hingga Desember 2025

Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More

1 hour ago

Mantan Menlu Buka-bukaan Soal Sikap Prabowo di Board of Peace

Poin Penting Prabowo dinilai realistis menyikapi keikutsertaan Indonesia di Board of Peace, yang saat ini… Read More

1 hour ago

Debt Collector dan Bahaya Jual Beli STNK Only: Menteri Kominfo Didorong Larang Iklan Kendaraan Ilegal di Media Sosial

Poin Penting Debt collector berperan vital menjaga stabilitas pembiayaan dengan mencegah kredit macet, menjaga nilai… Read More

2 hours ago

IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah ke 8.141, Mayoritas Sektor Terkoreksi

Poin Penting IHSG sesi I melemah tipis 0,06% dan ditutup di level 8.141,84 setelah sempat… Read More

3 hours ago